Dompet Dhuafa Gulirkan Bestian Sama Yatim
Program muliakan anak yatim dengan BesTeam (Bestian Sama Yatim) digulirkan Dompet Dhuafa sebagai bagian rangkaian Tahun Baru Islam 1448 H.
Ilustrasi pemberian suara pemilihan umum (JIBI/Solopos/Antara/Dok.)
Pilkada Jogja untuk pencairan maksimal 30 April 2016.
Harianjogja.com, JOGJA-Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Jogja Kota Jogja, Divisi Sosialisasi dan Pendidikan Politik, Sri Surani, menyatakan tahap awal pilwalkot Jogja dimulai pada Juni mendatang dengan membentuk panitia adhoc, Panitia Pemungutan Suara (PPS), Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) sampai KPPS.
Dana pilwalkot Jogja yang sudah diputuskan Rp14,9 miliar. Dana tersebut 63 persen untuk belanja barang dan jasa, serta biaya sosialisasi pasangan calon, sisanya 37 persen untuk honorarium petugas pilwalkot sampai penghitungan suara.
Rencananya KPU Kota Jogja akan mensosialisasikan PKPU Nomor 3 Tahun 2016 kepada masyarakat pada Kamis (28/4/2016) mendatang.
Sementara itu Kepala Dinas Pajak Daerah dan Pengelolaan Keuangan (DPDPK) Kota Jogya, Kadri Renggono mengatakan tidak ada persoalan dalam pencairan dana pilwalkot, NHPD sudah ditangan walikota untuk ditandatangani. Hanya, selama ini pihaknya menunggu kepastian tahapan pilkada dan standar kebutuhan pilkada yang ditetapkan KPU.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Program muliakan anak yatim dengan BesTeam (Bestian Sama Yatim) digulirkan Dompet Dhuafa sebagai bagian rangkaian Tahun Baru Islam 1448 H.
Tiga gunung api, yakni Ibu, Ili Lewotolok, dan Semeru, erupsi pada Senin 7 September 2026 berdasarkan data Badan Geologi PVMBG.
BNPB menyiapkan OMC untuk mendatangkan hujan dan meluruhkan abu vulkanik Anak Krakatau yang mengganggu masyarakat serta penerbangan.
Akses Tol Jogja-Solo di sekitar Pasar Kalasan akan dilengkapi dua U-turn. Dishub DIY menegaskan fasilitas itu bukan bundaran.
Presiden Prabowo memimpin ratas membahas dampak erupsi Gunung Anak Krakatau, gempa NTT, dan karhutla pada Senin (7/9/2026).
Erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak pada 108 penerbangan di Bandara Ngurah Rai Bali dan sekitar 13.000 penumpang.