Top 7 News Harianjogja.com Rabu 13 September 2023
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
Kusir andong, Budi Raharjo alias Sisar (kanan) duduk di atas andong menunggu penumbang sembari menunggu kuda menghabiskan pakan, Selasa (26/4/2016). (Bernadheta Dian Saraswati /JIBI/Harian Jogja)
Mubeng Beringharjo kali ini mengajak pembaca mengetahui kehidupan andong
Harianjogja.com, JOGJA-Andong merupakan salah satu alat transportasi tradisional yang masih mudah dijumpai di Jogja. Setiap berjalan-jalan di kawasan Malioboro, gerobak yang ditarik oleh kuda dan dikemudikan seorang kusir ini kerap ditemukan sedang mangkal di titik tertentu.
Seperti yang ditemui Harian Jogja, Selasa (26/4/2016) pagi, tiga andong tampak sedang diparkirkan di sebelah timur Pasar Beringharjo. Di situ, para kusir sedang duduk santai di atas dokarnya setelah ngombor atau memberi makan kuda mereka masing-masing.
Salah satu kusir bernama Budi Raharjo, 58, sudah menjalani profesi itu sejak 25 tahun. Dulu, profesi sebagai kusir sangat dipandang wah karena menjadi transportasi andalan bagi masyarakat yang hendak pergi ke Pasar Beringharjo.
"Dulu, telung tangkep [tiga kali pulang pergi] dijalani dari Kotagede-Beringharjo," kata pria yang akrab disapa Sisar ini.
Di luar wisatawan pun banyak masyarakat yang menggunakan andong sebagai transportasi. Namun saat ini, jumlah pelanggannya semakin berkurang. Eksistensinya sebagai alat transportasi tradisional pun semakin turun.
Sisar menyebut, banyaknya masyarakat yang sudah memiliki kendaraan pribadi menjadi faktor berkurangnya minat mereka menaiki andong. "Setitik-setitik HP. Aku neng kene tulung dipetuk, terus sedulure metuk (Sedikit-sedikit telepon genggam. Aku di sini tolong dijemput, lalu saudaranya menjemput)," kata Sisar.
Tak jarang ia tidak mendapat pemasukan dalam sehari. Padahal ia harus memberi makan kuda betinanya yang berumur tiga tahun itu. Setidaknya ia harus mengeluarkan Rp20.000 untuk memberi pakan ramban (daun kacang) dan bekatul. Untuk memberi kekuatan pada kuda, Sisar juga masih membutuhkan uang untuk membeli suplemen berupa jamu telur jawa.
Beruntung, istrinya memiliki pekerjaan sebagai pedagang di pasar tradisional. Ia tak segan-segan meminta sedikit penghasilan istrinya untuk merawat kuda kesayangannya.
Andong hanya akan ramai sata musim liburan sekolah atau Idulfitri. "Kalau ramai bisa Rp300.000 [per hari]," kata pria asal koragede ini.
Ia juga melayani sistem sewa. "Ini tadi nganter anak TK dari Balai Kota sampai Beteng Vredeburg Rp200.000," kata dia. Untuk tarif mengelilingi Mioboro, ia mematok harga Rp50.000 sampai Rp75.000 sekali angkut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
Istana menjelaskan sapi kurban Presiden Prabowo berasal dari anggaran Banpres dan disalurkan kepada masyarakat saat Iduladha 1447 H.
Pendakian Gunung Gede Pangrango ditutup 27-28 Mei 2026. TNGGP siagakan petugas untuk cegah pendaki ilegal.
Warga Kulon Progo gunakan anyaman daun kelapa sebagai wadah daging kurban untuk kurangi sampah plastik saat Iduladha 1448 H.
AS mengerahkan jet tempur F-22 dan puluhan pesawat pengisi bahan bakar di Israel hingga akhir tahun 2026.
Toyota bidik 300 SPK di IIMS Surabaya 2026 lewat peluncuran mobil hybrid baru dan berbagai program insentif pembelian kendaraan EV.