Keracunan MBG Meluas, 170 Pelajar Jombang-Nganjuk Terdampak
Sebanyak 170 pelajar di Jombang dan Nganjuk diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu MBG. Penyebabnya masih diselidiki.
Petugas Polsek Banguntapan saat menunjukkan barang bukti senjata tajam yang mereka temukan saat penyisiran lokasi berkumpulnya sejumlah massa di Dusun Babadan, Banguntapan, Bantul, Kamis dini hari (28/4/2016) (Yudho Priambodo/JIBI/Harian Jogja)
Tawuran Bantul terjadi di daerah Babadan.
Harianjogja.com, BANTUL- Tawuran Bantul berhasil digagalkan polisi setempat. Sebanyak tiga orang pemuda yang diduga terlibat tawuran dan sejumlah senjata tajam (sajam) diamankan polisi.
Kepala Polsek Banguntapan Komisaris Polisi (Kompol) Suharno, Kamis (28/4/2016) mengatakan polisi pada Rabu (26/4/2016) malam mulanya mendengar kabar adanya warga yang nyaris dibacok oleh oknum tak dikenal di dua lokasi. Yaitu di sekitar Jogja Expo Center (JEC) serta di Ring Road Selatan tepatnya di Dusun Singosaren, Banguntapan.
“Saat mereka melarikan diri mereka meninggalkan sejumlah kendaraan bermotor, namun petugas berhasil mengamankan tiga orang pemuda yang diduga merupakan anggota dari kelompok massa tersebut,” terang Kepala Polsek Banguntapan Komisaris Polisi (Kompol) Suharno, Kamis.
Namun, hingga saat ini ketiga pemuda yang diamankan petugas masih berstatus sebagai saksi. Polisi sampai sekarang belum menemukan bukti indikasi pidana yang mereka lakukan. Mereka sementara diamankan di Polsek karena dinilai berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.
Ditambahkan Suharno, selain menangkap tiga pemuda, polisi juga menyisir lokasi yang digunakan untuk berkumpul massa tersebut. Saat menyisir lokasi, petugas menemukan sejumlah senjata tajam berupa pedang, ruyung, dan pisau.
“Saat lokasi kami sisir, kami menemukan sejumlah senjata tajam ini, pedang yang dimasukkan dalam sebuah tas hitam, diselipkan di sebuah gang kecil dekat masjid tepat di lokasi mereka kumpul,” imbuhnya.
Hingga saat ini barang bukti masih diamankan oleh petugas, karena belum diketahui siapa pemiliknya. Polisi memastikan akan terus melakukan penyelidikan sampai menemukan para pelaku.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 170 pelajar di Jombang dan Nganjuk diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu MBG. Penyebabnya masih diselidiki.
BMKG menyebut arah angin berubah ke barat, barat laut, dan barat daya sehingga sebaran abu Anak Krakatau mulai berkurang.
WNA terdampak pembatalan penerbangan akibat erupsi Anak Krakatau mendapat ITKT tanpa biaya overstay dari Imigrasi.
5 siswa di Turi sempat pusing, mual dan muntah usai menyantap MBG. Seluruh siswa sudah pulang, sementara sampel makanan diperiksa laboratorium.
KSPI mengusulkan kenaikan UMP 2027 sebesar 7,5%-8,5% berdasarkan inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan indeks tertentu 0,9.
Presiden Prabowo meminta korporasi yang terbukti terlibat karhutla diproses hukum dan identitas pemilik perusahaan ditelusuri.