KEBOCORAN SOAL UN : Lagi, Barcode Soal UN Berhasil Terbaca
Ujian Nasional (UN) 2015 tingkat sekolah dasar diselenggarakan serentak, Senin (18/5/2015). Tak terkecuali di sekolah filial atau sekolah kelas jauh Lembaga Pemasyarakatan (LP) Anak Palembang, Sumatra Selatan. Enam siswa sekolah filial LP yang berusia 13 tahun hingga 18 tahun dengan sisa masa hukuman tiga hingga enam tahun mengikuti ujian tersebut guna melanjutkan pendidikan di tingkat sekolah menengah pertama (SMP). (JIBI/Solopos/Antara/Feny Selly)
Kebocoran soal UN 2016 masih terus diselidiki
Harianjogja.com, JOGJA-Dua barcode [kode batang] dari puluhan foto soal Ujian Nasional (UN) 2016 berbasis kertas tingkat Sekolah Menengah Atas/Kejuruan (SMA/K), yang terunggah di grup percakapan 'Line' telah berhasil teridentifikasi.
Seperti yang diungkapkan oleh Kepala Perwakilan Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Budhi Masturi kepada Harianjogja.com. Budhi menjelaskan pihaknya masih menunggu hasil identifikasi kode soal lainnya dari Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) Balai Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia yang dimintakan melalui tim pemantau pusat ORI di Jakarta.
Dari belasan foto yang berisi puluhan nomor soal, total ada enam foto soal yang sudah diketahui kode batangnya, namun baru tiga kode yang sudah terbaca oleh atas pembaca.
"Dari tiga barcode yang terbaca tersebut, dua sudah teridentifikasi asal propinsinya. Satu masih belum teridentifikasi, kami masih menunggu hasil identifikasi," ujar Budhi, Jumat (29/4/2016).
Budhi menegaskan ORI DIY akan terus menunggu hasil identifikasi barcode, yang ketika sudah terbaca tentu harus diidentifikasi.
Sementara itu dihubungi secara terpisah, Kepala Puspendik Kemdikbud RI Prof.Nizam menyatakan, sejauh yang ia ketahui, ketiga soal yang telah berhasil teridentifikasi tadi berasal dari wilayah di luar propinsi DIY. Semua laporan masyarakat yang masuk ke Puspendik, imbuh dia, akan ditindaklanjuti dan diteruskan ke inspektorat atau pihak berwenang.
Sebelumnya diketahui, ORI DIY menerima adanya laporan dari salah seorang siswa peserta Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2016, bahwa ada aktivitas tanya jawab soal UN di sebuah grup obrolan Line, pada Kamis (7/4/2016) lalu, dalam percakapan terunggah pula sejumlah foto soal UN berbasis kertas.
Pada Senin (11/4/2016) kembali dilaporkan ada puluhan foto soal Ujian Nasional (UN) 2016 berbasis kertas yang beredar dalam grup percakapan Line. Selain puluhan butir soal, muncul pula foto soal beserta pembahasan dan jawaban dalam grup tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Share