OPINI: Kita Semua Punya Sesuatu Yang Sulit Dilepaskan
Refleksi lembaga rehabilitasi narkoba tentang perilaku dopamine seeking, alasan sesuatu sulit dilepaskan, serta pentingnya mengenali diri dan mencari bantuan pr
JIBI/HARIAN JOGJA/DESI SURYANTO PUTRI SRI SULTAN HB X-- Putri bungsu Sri Sultan Hamengku Buwono X, GKR Pembayun (kiri), GKR Maduretno (dua kiri), GKR Condrokirono (kedua kanan) dan GRAj Nurabra Juwita (kanan) berfoto bersama di bangsal Kasatriyan, Kompleks Keraton Ngayogyakarta, Jogja, Minggu (16/10).
Kraton Jogja akan punya gawe yakni Tingalan Jumenengan Dalem Sri Sultan Hamengku Buwono X ke-27 Sabtu (7/5/2016).
Harianjogja.com, JOGJA – Kasultanan Yogyakarta akan menggelar Tingalan Jumenengan Dalem Sri Sultan Hamengku Buwono X ke-27 Sabtu (7/5/2016). Dalam peringatan itu, empat putri Sultan akan membawakan tari Bedhaya Tirta Hayuningrat yang merupakan tarian sakral ciptaan HB X.
Dalam jumpa pers di Kompleks Kepatihan Selasa (3/5/2016), putri keempat Sultan GKR Hayu mengatakan tarian itu akan ditarikannya bersama ketiga saudaranya, GKR Mangkubumi, GKR Condrokirono dan GKR Bendara. Sementara GKR Maduretno tak dapat mengikuti karena berhalangan.
Keempat putri Kraton itu akan berkolaborasi dengan lima penari Kraton untuk menarikan tarian yang kental dengan filosofi. Tarian yang menjadi tarian kedua ciptaan HB X itu akan dipentaskan dalam durasi 45 menit.
“Saya agak tidak percaya diri juga karena sudah lama tidak menari dan harus berkolaborasi dengan penari Kraton yang berpengalaman,” aku Hayu.
Putri yang sempat menetap di New York, Amerika Serikat itu menambahkan karya tari Bedhaya ini sudah dibuat sejak beberapa bulan yang lalu. Dia mengaku tak mengikuti proses pembuatan tarian yang menjadi salah satu tarian sakral bagi lingkungan Kraton Yogyakarta ini dan baru mulai berlatih sejak kembali ke Jogja Februari lalu.
Saat Tingalan Jumenengan Dalem nanti, Bedhaya ini akan dipentaskan di hadapan sekitar 1.000 tamu undangan yang hadir di Bangsal Kencana. Dalam pementasan itu, HB X akan hadir langsung dan didampingi KGPAA Paku Alam X sebagai adipati Kadipaten Pakualaman.
“Tapi kami mohon maaf karena acara ini sangat sakral maka penyelenggaraannya terbatas,” imbuh Hayu.
Meskipun begitu, Hayu menuturkan masyarakat tetap bisa mengikuti jalannya Tingalan Jumenengan Dalem ke 27 HB X ini. Tayangan live streaming akan dilakukan selama peringatan berlangsung dan masyarakat bisa mengikutinya secara langsung lewat akun Twitter @kratonjogja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Refleksi lembaga rehabilitasi narkoba tentang perilaku dopamine seeking, alasan sesuatu sulit dilepaskan, serta pentingnya mengenali diri dan mencari bantuan pr
Mendiktisaintek Brian Yuliarto mendorong perguruan tinggi memperkuat budaya ilmiah dan menghasilkan riset serta inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Roblox membagikan lima kiat menjaga kesehatan mental dan keamanan anak di ruang digital, mulai dari mengatasi perundungan hingga menjaga privasi.
Menkomdigi Meutya Hafid mengajak orang tua dan guru mendampingi anak membangun kebiasaan digital sehat serta memahami risiko ruang digital.
BMKG memprediksi awal musim hujan 2026/2027 di DIY mundur hingga tiga dasarian. Status kekeringan meteorologis berada pada level awas.
Bulog Magelang telah menyalurkan 10.646 ton jagung SPHP atau 92,34% dari pagu untuk membantu 548 peternak ayam.