Ditlantas Polda DIY: Pengemudi Taksi Jangan Main Hakim Sendiri
Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta meminta tidak ada aksi main hakim sendiri antara pengemudi taksi konvensional dan taksi berbasis aplikasi
Wisata Gunungkidul pada libur panjang akhir pekan ini diserbu wisatawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Pengunjung objek wisata Gunung Api Purba Nglanggeran, Patuk, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, meningkat 10 kali lipat dibandingkan hari biasa sejak memasuki libur panjang 5-8 Mei 2016.
Salah seorang Pengelola Wisata Gunung Api Purba Nglanggeran Heru Purwanto mengungkapkan kenaikan terjadi sejak Kamis (5/5/2016) dengan jumlah pengunjung mencapai 1.300 orang.
"Pada hari biasa, Senin sampai Jumat rata-rata pengunjung hanya 150 orang, namun Kamis mencapai 1.300 orang," katanya, Jumat (6/5/2016).
Untuk memberikan rasa nyaman kepada pengunjung, pihaknya memaksimalkan pemandu yang ada. Dari 54 pemandu di Gunung Api Purba Nglanggeran dibagi menjadi dua shift. Biasanya per hari hanya ada tujuh orang.
"Kami maksimalkan pemandu dan petugas agar pengunjung nyaman," ucapnya, seperti dikutip dari Antara.
Selain itu, lanjut Heru, pihaknya menampilkan kesenian tradisional jathilan untuk pengunjung. Dengan harapan, selain memberikan hiburan juga memperkenalkan kesenian lokal yang dimainkan oleh masyarakat sekitar. "Pemainnya semua lokal," imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta meminta tidak ada aksi main hakim sendiri antara pengemudi taksi konvensional dan taksi berbasis aplikasi
Program penghapusan denda PBB Sleman hasilkan Rp4,4 miliar, bantu warga dan dongkrak PAD 2026.
Makna Idul Adha 2026 ditegaskan PBNU: kurban bukan sekadar ritual, tapi wujud ketaatan, kepedulian sosial, dan kesiapan menerima kritik.
Skuad Amerika Serikat untuk Piala Dunia 2026 resmi diumumkan, dipimpin Christian Pulisic dan Mauricio Pochettino.
Bupati Bantul tegaskan pembubaran ibadah GMS melanggar konstitusi, polisi pastikan tidak ada ruang intoleransi.
Peluang kerja PMI di Kuwait makin terbuka 2026, pemerintah dorong perlindungan dan perluasan sektor kerja.