KEKERASAN BANTUL : 2 Tahun Terakhir, 9 Santri Ponpes Asy-Syifa Mengaku Dianiaya

Selasa, 10 Mei 2016 13:20 WIB
KEKERASAN BANTUL : 2 Tahun Terakhir, 9 Santri Ponpes Asy-Syifa Mengaku Dianiaya

Kekerasan Bantul terjadi di Pondok Pesantren.

Harianjogja.com, BANTUL -- Setidaknya sembilan santri di Pondok Pesantren (Ponpes) Asy-Syifa Sumbermulyo, Bambanglipuro, Bantul mengaku alami kekerasan yang dilakukan seorang ustaz berinisial BD.

Para santri yang ditengarai menjadi korban penganiayaan dan tindak kekerasan tersebut mengaku sudah menerima peristiwa tersebut sejak dua tahun terakhir. Sedikitnya ada sembilan santri ponpes tersebut mengaku mendapat pukulan dan hukuman fisik diluar kewajaran yang dilakukan oleh oknum pengasuh ponpes tersebut.

Sekretaris Lembaga Cegah Kejahatan Indonesia (LCKI) Kabupaten Bantul, Zahrowi mengatakan dugaan kekerasan tersebut sudah dilaporkan ke Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BP3A) DIY akhir bulan lalu guna mendapat tindak lanjut.

Menurut dia dugaan penganiayaan yang berlebihan tersebut seperti hukuman pemukulan hingga hukuman scootjump.

“Santri ada yang dipukul di bagian perutnya hingga lemas, ada yang dipukul bagian kepalanya, hingga ada salah satu santri yang mendapat hukuman scootjump dengan jumlah 1.000 kali,” paparnya, Senin (9/5/2016).

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online