Kronologi Ratusan Santri Ponpes Manbaul Hikam Sidoarjo Keracunan MBG, Mual Muntah
259 santri Pondok Pesantren Manbaul Hikmah Sidoarjo dirawat setelah diduga keracunan usai menyantap makanan MBG.
Pasar tradisional Bantul terus diupayakan untuk mampu bersaing.
Harianjogja.com, BANTUL- Pedagang pasar tradisional di Kabupaten Bantul mulai menyerap pinjaman dana bergulir tahun ini. Kantor pengelolaan Pasar Bantul optimis bahwa pada tahun ini pinjaman dana bergulir tersebut bisa optimal karena sudah terserap lebih awal daripada tahun-tahun sebelumnya.
Kepala Kantor Pengelolaan Pasar Bantul, Slamet Santosa mengatakan pinjaman dana bergulir bagi pedagang pasar mulai terserap sekitar Rp2 miliar dari alokasi dana Rp10 miliar. Ia menuturkan normalnya setiap pedagang akan menerima maksimal pinjaman sebesar Rp1 juta.
“Pencairan dana kepada para pedagang akan dilakukan secara bertahap, berkisar Rp200 juta sampai Rp300 juta,” ujar Slamet, Senin (9/5/2016).
Slamet menyampaikan, tahun lalu pinjaman dana bergulir bagi para pedagang ini tidak terserap maksimal karena ada pergantian kepemimpinan di pasar, sehingga harus mengubah Surat Keputusan pengelolaan. Selain itu proses pencairan pinjaman dana secara administrasi juga membutuhkan waktu. Pinjaman dana bergulir tahun 2015 hanya terserap Rp6 miliar dari alokasi Rp8 miliar.
“Hal tersebutlah yang membuat terlambat. Sedangkan tahun ini kan mulai dari awal tahun sudah mulai terserap, sudah mengerti dan tidak ada perubahan. Jadi lebih cepat dan bisa terserap maksimal,” paparnya.
Pinjaman dana bergulir itu untuk mendukung pengembangan usaha bagi pedagang pasar tradisional. Pinjaman dana bergulir hanya akan bisa diakses oleh pedagang pasar daru penduduk Bantul saja dan yang sudah mengatongi izin. Untuk saat ini jumlah pedagang di seluruh pasar di Bantul yang berizin sekitar 12.500 pedagang yang tersebar di 32 pasar.
Terkait pembentukan kelompok pedagang untuk akses kredit perbankan dari perusahaan daerah Bank Bantul, Slamet mengarahkan pedagang untuk membentuk koperasi pedagang. Menurutnya dengan berbentuk koperasi pedagang bisa menjadi mitra dengan pemerintah maupun swasta serta perbankan. Dana yang disalurkan dari pihak perbankan juga diharapkan lebih besar dari pinjaman dana bergulir pemerintah.
“Jadi semisal kelompok kecil yang hanya terdiri lima sampai sepuluh pedagang saja bisa membentuk sendiri, selama ini memang untuk mengakses kredit mikro para pedagang lebih banyak secara perorangan,” tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
259 santri Pondok Pesantren Manbaul Hikmah Sidoarjo dirawat setelah diduga keracunan usai menyantap makanan MBG.
Kapal induk Giuseppe Garibaldi kini berada di Laut Arab menuju Indonesia dan dijadwalkan tiba 17 September sebelum berganti nama menjadi KRI Gajah Mada.
Astrid dan BI Solo menyerahkan sarana produksi kepada Kelompok Wanita Kreatif Surakarta untuk mengembangkan kain perca menjadi produk fashion bernilai ekonomi.
Pemerintah menyiapkan Rp17 triliun untuk bansos beras bagi 33,2 juta keluarga miskin pada Oktober-Desember 2026.
Sebanyak 27 pendamping PKH diperiksa KPK di Kantor Dinsos Jateng. Kepala Dinsos Jateng menjelaskan pemeriksaan terkait kasus di Kemensos.
Wanita diduga mabuk mengamuk dan merusak gerobak penjual pukis di Babarsari, Sleman. Polisi mengamankan kedua pihak untuk mediasi.