Dompet Dhuafa Gulirkan Bestian Sama Yatim
Program muliakan anak yatim dengan BesTeam (Bestian Sama Yatim) digulirkan Dompet Dhuafa sebagai bagian rangkaian Tahun Baru Islam 1448 H.
Pilkada Jogja, partai juga menggandeng ormas.
Harianjogja.com, JOGJA -- Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Jogja lebih memilih komunikasi dengan organisasi masyarakat (Ormas) ketimbang partai politik dalam menghadapi pemilihan walikota dan wakil walikota (Pilwalkot) Jogja.
“Kami sudah mendatangi beberapa ormas, di antaranya NU dan Muhammadiyah,” kata Ketua Dewan Pimpinan Cabang PPP Kota Jogja, Fachruddin AM, Senin (9/5/2016)
Fachruddin mengaku tidak mendatangi partai-partai yang kemungkinan bisa diajak berkoalisi.
“Kami justeru yang didatangani beberapa partai,” klaimnya.
Menurut dia, dalam menghadapi pilwalkot kekuatan partai hanya sebagai pembantu untuk memuluskan calon. Sementara diakuinya, soal pilwalkot juga perlu membahas aspek sosialnya.
Sampai saat ini pihaknya masih terus melakukan konsolidasi internal, belum menentukan arah dukungan ke bakal calon tertentu. Pada prinsipnya, kata dia, PPP akan mendukung siapa pun bakal calon baik dari jalur partai politik atau jalur perseorangan asalkan memiliki visi yang sama dengan PPP dalam membangun Kota Jogja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Program muliakan anak yatim dengan BesTeam (Bestian Sama Yatim) digulirkan Dompet Dhuafa sebagai bagian rangkaian Tahun Baru Islam 1448 H.
Febrie Adriansyah diperiksa hampir 7 jam dan dicecar soal Tan Kian. Kuasa hukum menyebut Febrie tegas membantah menerima uang dari Tan Kian.
Jalan Baru Kretek-Girijati sepanjang 5 Km mulai uji coba open traffic 14-20 September 2026 dengan pembatasan kendaraan dan jam operasional.
Keterkaitan Boy Thohir dengan MGLV tercatat melalui PT Trinugraha Thohir yang memiliki 2,25% saham serta PT Trinugraha Thohir Harmoni sebesar 4,86%.
DPRD DIY meminta DTSEN tidak diterapkan kaku karena data bansos harus diuji dengan kondisi riil warga, termasuk pekerja informal dan pengguna pinjol.
Gus Kikin memastikan tetap menjaga kedekatan dengan PWNU Jatim meski lebih banyak bertugas di Jakarta sebagai Ketua Umum PBNU 2026–2031.