AI Makin Banyak Dipakai di Industri Gim, Kreator Belum Tergantikan
AI makin banyak digunakan di industri gim untuk mempercepat produksi, tetapi kreator tetap dibutuhkan karena hasil AI masih perlu diperiksa dan disempurnakan.
Pilkada Jogja, Haryadi jadi inkumben yang didukung dua partai.
Harianjogja.com, JOGJA-Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Jogja memastikan mengusung Haryadi Suyuti menjadi calon walikota dalam pemilihan walikota dan wakil walikota (Pilwalkot) Jogja 2017.
"Keputusan resminya nanti setelah Munas, tapi yang jelas Golkar mantap usung Haryadi," kata Ketua DPD Golkar Kota Jogja, Bambang Seno Baskoro, saat dihubungi Selasa (10/5/2016).
Bambang mengungkapkan alasan mendukung Haryadi Suyuti, karena bakal calon walikota petahana itu merupakan kader Golkar. Selain itu, kata dia, juga kinerjanya terlihat baik dan dapat dirasakan selama kepemimpinan Haryadi.
Namun ia mengakui harus berkoalisi dengan partai lain. Saat ini pihaknya masih terus berkomunikasi dengan sejumlah partai untuk mendukung Haryadi.
"Kami buka komunikasi dengan partai yang ingin dukung Haryadi," ujar Bambang.
Soal kemungkinan berkoalisi dengan Gerindra karena Haryadi juga sempat mengambil formulir pendaftaran bakal calon walikota dan wakil walikota dari Partai Gerindra, Bambang mengaku semua masih proses penjajakan dan kepastian koalisi akan diumumkan pada 17 Mei atau setelah Munas Golkar.
Gerindra Akan Undang Enam Tokoh
Dewan Pimpinan Cabang Partai Gerindra Kota Jogja dalam pekan ini akan mengundang nama-nama yang mengambil formulir pendaftaran bakal calon. Mereka diminta memaparkan visi misi dan konsep pembangunan Kota Jogja. Jika tidak datang, otomatis namanya akan dicoret dari bursa pencalonan Gerindra.
Mereka yang mengambil formulir di antaranya adalah Haryadi Suyuti, Kanjeng Pangeran Hario (KPH) Wironegoro, Sauqi Suratno, Sinarbiat Nurjanat, Heriawan Emir Nuswantoro, dan Thomas.
Sekretaris DPC Gerindra Kota Jogja, Haryanto menyatakan semua nama-nama bakal calon yang akan diusung Gerindra harus melalui proses tahapan pencalonan yang dilakukan Gerindra, termasuk Haryadi Suyuti.
"Semua bakal calon diperlakukan sama, semua fair sesuai mekanisme," kata dia.
Haryanto mengakui selain berkoalisi dengan PKS, partainya juga ingin menambah teman koalisi. Pihaknya ingin membuat koalisi besar dalam menghadapi pilwalkot 2017 mendatang. Ia tidak menampik Partai Golkar yang paling memungkinkan diajak berkoalisi.
Namun demikian, Gerindra juga ingin mengajukan calon walikota. Karena itu, Haryanto menyatakan semua bakal calon harus mengikuti proses penjaringan. "Biar hasil surveinya yang menentukan siapa nanti yang layak diusung," ujar Ketua Tim Pemenangan Gerindra Kota Jogja ini.
Haryadi Siap Maju
Sementara itu Haryadi sendiri memastikan siap maju dalam pilwalkot melalui jalur partai politik. Ia mengaku sudah mengikuti semua tahapan penjaringan bakal calon di Partai Golkar.
Ia juga mengatakan akan menghadiri undangan penyampaian visi misi pembangunan Kota Jogja dalam penjaringan calon walikota dan wakil walikota dari Partai Gerindra.
"Kalau ada undangan ya saya akan hadir," kata Haryadi di Balai Kota Jogja, Selasa (10/5/2016).
Meski undangan itu dalam rangka penjaringan calon Gerindra. "Ya hadir namanya diundang," ucap dia. Haryadi mengapresiasi apa telah dilakukan partai politik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
AI makin banyak digunakan di industri gim untuk mempercepat produksi, tetapi kreator tetap dibutuhkan karena hasil AI masih perlu diperiksa dan disempurnakan.
Febrie Adriansyah diperiksa hampir 7 jam dan dicecar soal Tan Kian. Kuasa hukum menyebut Febrie tegas membantah menerima uang dari Tan Kian.
Jalan Baru Kretek-Girijati sepanjang 5 Km mulai uji coba open traffic 14-20 September 2026 dengan pembatasan kendaraan dan jam operasional.
Keterkaitan Boy Thohir dengan MGLV tercatat melalui PT Trinugraha Thohir yang memiliki 2,25% saham serta PT Trinugraha Thohir Harmoni sebesar 4,86%.
DPRD DIY meminta DTSEN tidak diterapkan kaku karena data bansos harus diuji dengan kondisi riil warga, termasuk pekerja informal dan pengguna pinjol.
Gus Kikin memastikan tetap menjaga kedekatan dengan PWNU Jatim meski lebih banyak bertugas di Jakarta sebagai Ketua Umum PBNU 2026–2031.