Rendah Hati, Probosutedjo Suka Bangun Pagar
Belasan warga terdampak pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) asal Dusun Bapangan dan Kepek, Desa Glagah, Temon, menemui Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo di kantornya, Senin (18/4/2016). (Rima Sekarani I.N./JIBI/Harian Jogja)
Bandara Kulonprogo, pembangunan diharapkan segera direalisasi.
Harianjogja.com, KULONPROGO -- Ketua Tim Appraisal dari Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) MBPRU Jogja, Uswatun Khasanah menyatakan optimis hasil appraisal dimunculkan pada 14 Juni 2016. Jadwal tersebut tidak termasuk proses yang akan dijalani warga terdampak pembangunan bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) yang menolak didatangi oleh tim appraisal.
Uswatun menguraikan hal tersebut dapat direalisasikan dengan catatan semua agenda dilakukan sesuai jadwal. Menurut dia, sejauh ini perkembangan pekerjaan tim appraisal memuaskan meski masih ada beberapa hambatan.
“Kita optimis bisa, di luar penolakan warga dan beberapa hambatan kecil,”ujarnya saat dihubungi pada Selasa (10/5/2016).
Secara teknis, hambatan tersebut berupa ketiadaan data pengukuran atas sejumlah lahan PAG yang diberikan oleh BPN dan ketiadaan luas bangunan yang masih harus dikoordinakan dengan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) setempat.
Lebih lanjut, menurut dia penolakan yang terus dilakukan sejumlah warga cukup menghambat kinerja. Padahal, dalam beberapa kasus ada salah satu anggota keluarga ingin asetnya dinilai tetapi dihalang-halangi anggota keluarga lain yang tak setuju dengan pembangunan bandara.
Adapun keluarga yang menolak lajammua diukur tim tidak akan melakukan penilaian.
Terkait dengan warga penolak, Uswatun menyebutkan keberadaan mereka di luar wewenang dan tanggung jawab tim appraisal. Karena itu, menurutnya target 14 Juni 2016 tetap bisa direalisasikan meski masih banyak warga yang menolak. Warga yang menolak lahan dan asetnya dinilai dipersilahkan untuk mengajukan gugatan ke pengadilan untuk ditentukan proses selanjutnya.
Adapun, Uswatun memaparkan bahwa hingga hari kelima pelaksaan, progress tim appraisal sudah mencapai angka 75% dari total keseluruhan lahan.
“Sudah sampai 75 persen tapi belum termasuk pendataan hari ini [Selasa,10/5/2016],”ujarnya.
Tercatat, satu tim selesai mendatangi lahan yang menjadi bagiannya, di kawasan Palihan1. Keempat tim lain diperkirakan selesai melakukan pencocokan data pada Rabu (11/5/2016).
Nantinya, tim yang sudah selesai akan membantu tim-tim lainnya yang masih melakukan proses appraisal. Sedangkan pada hari terakhir pelaksanaan appraisal, akan dilakukan pula proses pencocokan data fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos) yang dikoordinir oleh tim teknik sipil. Saat ini masih ada 173 bidang yang masih membutuhkan kerjasama dengan DPU.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kebakaran berulang terjadi di rumah pemotongan ayam di wilayah Mriyan, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Sleman, dalam dua hari terakhir.
Persis Solo terdegradasi ke Liga 2. Dirut Ginda Ferachtriawan minta maaf dan siapkan restrukturisasi besar demi kebangkitan tim.
76 Indonesian Downhill 2026 di Bantul berlangsung ekstrem. Andy juara tipis, kelas junior justru catat waktu tercepat.
Warga Boyolali menemukan batu diduga stupa dan prasada. Diduga peninggalan Mataram Kuno abad 8-9, kini diteliti Disdikbud.
Jumlah investor saham di Jogja tembus 322 ribu per April 2026. Tumbuh 30% setahun, didorong edukasi dan minat generasi muda.