Kebakaran TPA Jatibarang Semarang, 22 Warga Batuk dan Sesak Napas
Kebakaran TPA Jatibarang Semarang memasuki hari kelima. Sebanyak 22 warga mengalami batuk dan sesak napas akibat terdampak asap.
Gubernur DIY Sri Sultan HB X (dua kiri) didampingi Bupati Bantul Suharsono (tiga kiri) dan Kepala Kantor Pengelolaan Pasar Bantul Slamet Santosa (kiri) saat meninjau lokasi Pasar Sorobayan pasca rehabilitasi dan telah diresmikan, Selasa (10/5/2016). (Yudho Priambodo/JIBI/Harian Jogja)
Pasar tradisional di Bantul dibangun agar nyaman
Harianjogja.com, BANTUL- Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan HB X mengharapkan pasar tradisional harus menjadi lokasi berbelanja yang bersih dan nyaman, persepsi masyarakat yang selama ini menilai pasar adalah tempat belanja yang kumuh dan kotor harus dihapus.
Selama ini beberapa pasar di daerah memang banyak mengalami penurunan jumlah pembeli, hal tersebut tidak terlepas dari kesan kumuh pasar sehingga banyak masyarakat beralih ke pasar modern atau swalayan.
"Rehabilitasi yang dilakukan di tiga pasar ini harapannya bisa mengubah persepsi tersebut, pasar yang sudah direhab tersebut sudah memenuhi syarat bagi pembeli yaitu bersih dan baru, sehingga dapat meningkatkan kenyamanan bagi masyarakat yang akan berbelanja di pasar,” katanya saat peresmian Pasar Sorobayan, Sanden, Bantul, Selasa (10/5/2016).
Tiga pasar tradisional di Bantul yang telah direhab oleh pemerintah daerah (pemda) setempat, masing-masing adalah Pasar Sorobayan Desa Gadingsari, yang telah direhab dengan anggaran APBD DIY dan APBD Bantul sebesar Rp8,2 miliar yang sekaligus diresmikan pada Selasa (10/5/2016) oleh Gubernur DIY Sri Sultan HB X.
Kemudian dua pasar yang lain yakni Pasar Koripan di Desa Poncosari dengan anggaran rehab sebesar Rp696 juta dengan sumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK), dan Pasar Grogol di Desa Mulyodadi dengan anggaran rehab sebesar Rp811 juta yang juga menggunakan sumber dana dari DAK.
"Yang jelas saya menitip pesan kepada pedagang dan pengurus pasar, untuk terus bisa menjaga kebersihan dan merasa handarbeni [memiliki] dengan pasar tempat mereka mencari rezeki, sehingga tidak ada lagi yang membuang sampah sembarangan," katanya.
Sementara itu, Bupati Bantul, Suharsono mengatakan, pasar Sorobayan yang terletak di Desa Gadingsari berdiri di atas lahan seluas 12.500 meter persegi dengan jumlah pedagang sekitar 600 pedagang baik arahan maupun los dan kios. Sementara dua pasar yang lain karena memang sudah tidak layak maka dilakukan rehab total.
“Pasar Koripan luasnya hanya 513 meter persegi dan Pasar Grogol luasnya 819 meter persegi, namun meskipun lebih kecil diharapkan keberadaan pasar-pasar tradisional tersebut bisa memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar,” paparnya.
Ia menerangkan, adanya pasar tradisional yang bersih serta tidak terkesan kumuh, maka pasar akan mampu bersaing dengan pasar modern atau swalayan, sebab selama ini masyarakat enggan berbelanja di pasar tradisional karena punya persepsi pasar tradisional itu kumuh.
“Pasar tradisional sebenarnya tidak kalah dengan pasar modern, hal tersebutlah yang menjadi tugas bagi pengelola pasar untuk terus menjaga kualitas dagangan agar terus memenuhi syarat,” tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kebakaran TPA Jatibarang Semarang memasuki hari kelima. Sebanyak 22 warga mengalami batuk dan sesak napas akibat terdampak asap.
Yunani menjadi destinasi honeymoon terpopuler 2027, mengungguli Bali dan Maladewa. Simak daftar 10 destinasi pilihan dunia
Porsche akan memperkenalkan Mission S pada 15 Oktober 2026. Supercar bermesin tengah ini diperkirakan berada di atas 911, dengan spesifikasi yang belum diungkap
Barcelona menjamu Getafe pada 10 Oktober 2026 pukul 23.30 WIB. Simak kondisi pemain, klasemen, dan prediksi susunan pemain.
Baterai iPhone cepat habis? Simak tujuh cara menghemat daya, mulai dari mengatur layar, mengecek aplikasi boros, hingga memeriksa kesehatan baterai.
Disdikpora DIY mencatat 4.439 guru SMA per Januari 2026 dan memetakan kebutuhan Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, PPKn, Bahasa Jawa, serta BK.