BPJS KESEHATAN : Peserta Mandiri Rawan Miskin Akan Diidentifikasi

Kusnul Isti Qomah
Kusnul Isti Qomah Jum'at, 13 Mei 2016 05:20 WIB
BPJS KESEHATAN : Peserta Mandiri Rawan Miskin Akan Diidentifikasi

Pasien rawat jalan mengantre untuk menggunakan fasilitas jaminan kesehatan besutan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di ruang tunggu Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Moewardi, Jebres, Solo, Kamis (2/1/2013). Selain peserta pengalihan dari Askes, Jamkesmas, TNI/PoIri dan Jamsostek, masyarakat dapat mendaftar menjadi peserta BPJS Kesehatan yang beroperasi pada 1 Januari 2014. (Maulana Surya/JIBI/Solopos)

BPJS Kesehatan berupaya memenuhi kebutuhan peserta.

Harianjogja.com, JOGJA — Badan Penyelenggara Kesejahteraan Sosial (BPJS) Kesehatan Kantor Cabang Jogja sedang melakukan identifikasi terhadap peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mandiri kelas III  yang rawan miskin. Langkah ini diambil agar mereka bisa diusahakan untuk ditanggung Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Kepala Cabang Kantor Cabang Utama Yogyakarta BPJS Kesehatan Upik Handayani mengatakan, tunggakan terjadi mayoritas untuk peserta mandiri baik kelas I, II, dan III. Jumlah peserta mandiri perorangan di DIY yakni sekitar  200.000 dari total peserta 2,6 juta orang.

“Kami lihat, untuk peserta mandiri kelas tiga, banyak yang rawan miskin. Oleh karena itu, kami lakukan advokasi untuk pembiayaan itu ditanggung APBD sehingga mereka menjadi peserta penerima bantuan iuran [PBI] APBD,” ujar dia kepada Harianjogja.com ketika ditemui di Kantor Cabang Utama Yogyakarta BPJS Kesehatan, Jogja, Rau (11/5/2016).

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis