DEMAM BERDARAH JOGJA : 2015, 2 Kelurahan Bebas, 2016 Seluruh Kelurahan Endemis

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Sabtu, 14 Mei 2016 00:20 WIB
DEMAM BERDARAH JOGJA : 2015, 2 Kelurahan Bebas, 2016 Seluruh Kelurahan Endemis

JIBI/Desi Suryanto Petugas Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta melakukan pengasapan nyamuk yang bersarang di lingkungan perumahan penduduk di Kampung Gendeng Cantel, Muja-muju, Umbulharjo, Yogyakarta, Senin (23/12/2013). Pengasapan itu berupaya mengurangi populasi nyamuk yang membawa dan menularkan beragam penyakit seperti, demam berdarah, malaria, filariasis, encepalitis dan chikungunya. Selama sebulan terakhir ini sedikitnya sudah 21 warga Gendeng Cantel terserang chikungunya.

Demam berdarah Jogja, daerah endemis meluas.

Harianjogja.com, JOGJA-Dinas Kesehatan Kota Jogja menyatakan Demam Berdarah Dengue (DBD) mewabah di semua kelurahan di Kota Jogja. Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian semua pihak untuk kembali menggerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

Padahal tahun lalu, masih ada dua kelurahan masih nol persen demam berdarah, yakni Kelurahan Purwokinanti Pakualaman dan Kotabaru Gondokusuman. Namun kini dua kelurahan itu pun endemis DBD.

"DBD Di Kota Jogja sudah jadi wilayah endemis di semua kelurahan," kata Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Yudiria Amelia, dalam acara Gerakan Bersama Melawan Demam Berdarah di ruang PKK Balai Kota Jogja, Jumat (13/5/2016).

Acara tersebut diselenggarakan bersama Ikatan Dokter Anak Indonesi (IDAI) dan Glaxo Smith Kline Consumer Healthcare Indonesia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online