PENCURIAN ORGAN TUBUH : Ditanya Soal CCTV, Ini Kata Kuasa Hukum RSUD Panembahan Senopati

Bhekti Suryani
Bhekti Suryani Sabtu, 21 Mei 2016 11:22 WIB
PENCURIAN ORGAN TUBUH : Ditanya Soal CCTV, Ini Kata Kuasa Hukum RSUD Panembahan Senopati

Purwantisari, anak korban memperlihatkan foto bagian tubuh ibunya yang hilang dicuri, Kamis (19/5/2016). (Bhekti Suryani/JIBI/Harian Jogja)

Pencurian organ tubuh terus didesak segera diselesaikan.

Harianjogja.com, BANTUL- Keluarga almarhumah Wakiyah mendesak Kepolisian DIY membuka rekaman kamera pengintai closed circuit television (CCTV) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panembahan Senopati Bantul. Rekaman CCTV menjadi kunci untuk membuktikan dugaan pencurian cuping hidung korban Wakiyah oleh pihak rumah sakit.

Suparlan, Kuasa Hukum RSUD Panembahan Senopati Bantul mengatakan, otoritas rumah sakit sampai sekarang belum menyerahkan rekaman CCTV yang terkait kasus pencurian hidung.

“Pernah ditanyakan polisi [CCTV] tapi belum diminta,” imbuhnya.

Namun ia mengklaim, CCTV di bagian depan RS tempat keluar masuk ambulan saat kejadian, rusak. Ia juga mengklaim tidak ada CCTV di kamar mayat.

“Kalau di lorong-lorong rumah sakit mungkin ada, kalau ruang operasi saya enggak tahu ada atau enggak,” lanjutnya.

Terkait klaim keluarga korban bahwa jasad Wakiyah sempat transit di ruang operasi sebelum dimasukkan ke kamar mayat dibantah Suparlan.

“Silakan saja, itu versi mereka. Tidak ada itu dibawa ke ruang operasi,” ujarnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis