BSU Rp600.000 Oktober 2026 Belum Cair, Ini Syarat dan Cara Cek
BSU Rp600.000 Oktober 2026 belum diumumkan pemerintah. Simak syarat BSU tahun lalu dan cara cek status melalui situs resmi Kemnaker.
Seorang warga Pondok RT 003/RW 005, Desa Bakalan, Kecamatan Polokarto, Wagiman, menunjukkan air sumurnya yang sudah berubah warna dan berbau. Foto diambil Kamis (23/10/2014). (Iskandar/JIBI/Solopos)
Pencemaran air Bantul terjadi, kandungan Escherichia coli (E-coli) yang justru tinggi melebihi batas standar
Harianjogja.com, BANTUL- Selama dua tahun terakhir kualitas air tanah di Kabupaten Bantul menurun. Hal ini disebabkan oleh kandungan bakteri Escherichia coli (E-coli) yang justru tinggi melebihi batas standar.
Kualitas air tanah yang tercemari bakteri E-coli tersebut dikarenakan masih banyaknya penampungan limbah tinja belum yang tidak diarahkan secara benar.
Kepala Seksi Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupate Bantul, Yanatun Yanadiana mengatakan jika pada tahun 2014 lalu kualitas air bersih di Bantul mencapai 30%.
Untuk tahun ini kualitas air bersih menurun hanya sekitar 27,8 persen saja, persentase tersebut diperoleh oleh Dinkes dari sampel air di 1.900 sumur warga Bantul pada tahun 2015.
“Penurunan kualitas dua tahun terakhir tersebut dikarenakan adanya kandungan bakteri E-coli yang terlampau banyak, bahkan jika tidak ada perbaikan pasti tahun mendatang akan menurun lagi” katanya, Senin (23/5/2016).
Yanatun menjelaskan lebih dari 60% sampel air yang diujikan masih ditemukan sebanyak kurang lebih 50 koloni bakteri E-coli/ 100mililiter air. Dari jumlah hasil penelitian tersebut maka air tanah di Wilayah Bantul masih banyak yang tidak layak kebersihannya.
Banyaknya bakteri E-coli yang terkandung dalam air tanah tidak lain berasal dari pencemaran penampungan tinja atau septik tank dari para warga.
Menurutnya, kondisi septik tank yang selama ini dibuat oleh para warga masih banyak yang tidak memenuhi standar. Selama ini masyarakat banyak yang salah pemahaman, mereka malah membuat penampungan septik tank menggunakan bis sumur.
Padahal jika penampungan dibuat dari bis sumur hal tersebut malah menjadikan resapan bagi limbah tinja. “Seharusnya penampungan bak tinja yang standar dengan minimal tiga bak penampungan dan dibuat dengan kedap udara sehingga limbah mudah terurai,” kata Yanatun.
Selama ini Dinkes juga sudah selalu memberikan sosialisasi terkait dengan bagaimana cara untuk meningkatkan kualitas air tanah. Salah satunya dengan terus mensosialisasikan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) komunal dan terpusat.
“Jika limbah tinja akan diarahkan ke IPAL komunal atau IPAL terpusat maka tinja tidak akan meresap ke lingkungan masyarakat,” paparnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BSU Rp600.000 Oktober 2026 belum diumumkan pemerintah. Simak syarat BSU tahun lalu dan cara cek status melalui situs resmi Kemnaker.
Great Eastern General Insurance menilai perlindungan data center perlu mencakup risiko konstruksi, operasional, gangguan usaha, siber, hingga lingkungan.
BMKG memprakirakan hujan di sejumlah kota besar Indonesia pada Minggu. Tanjung Selor berpotensi hujan petir, sedangkan Banjarmasin mencapai 37 derajat.
Basarnas mengevakuasi pembalap Moto2 asal Spanyol yang mengalami kecelakaan saat kualifikasi di Sirkuit Mandalika menggunakan helikopter.
Guru besar PTMA merumuskan lima rekomendasi kebangsaan, mulai dari etika pemerintahan, pengelolaan kekayaan alam, hingga pembangunan SDM.
LPS Call for Research 2026 diikuti lebih dari 700 peserta dengan 35 finalis terpilih. Simak daftar pemenang dari berbagai kategori penelitian.