Terungkap! Motif Bayi Ditinggal di KA Sancaka Solo, Ini Kronologinya
Polisi ungkap kasus bayi dibuang di KA Sancaka Solo. Dua orang tua kandung jadi tersangka, ini kronologi lengkap dan motifnya.
Bus baru Trans Jogja berwarna biru siap mengaspal, Rabu (25/5/2016). (Gilang Jiwana/JIBI/Harian Jogja)
Bus Trans Jogja sebanyak 25 unit siap mengaspal
Harianjogja.com, JOGJA-- 25 armada baru Trans Jogja siap diluncurkan. Armada ini akan menggantikan 25 bus Trans Jogja generasi awal yang sudah terlalu uzur dan tidak layak jalan.
Berbeda dengan bus lainnya, 25 bus baru ini dicat biru. Cat ini untuk membedakan armada lama dan armada baru yang merupakan bantuan dari Kementerian Perhubungan.
Kepala Dinas Perhubungan DIY Sigit Haryanta Rabu (25/5/2016) mengatajan secara resmi armada-armada baru ini akan diluncurkan Jumat (27/5/2016). Setelah diluncurkan 25 bus lama yang sudahbtak layak jalan akan ditarik dari peredaran.
Meskipun demikian untuk menghindari kekurangan armada, sembilan bus lama yang memiliki kondisi terbaik masih akan dipertahankan.
"Kami pilihbyang terbaik untuk dipertahankan agar kebutuhan armada tetap terpenuhi," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polisi ungkap kasus bayi dibuang di KA Sancaka Solo. Dua orang tua kandung jadi tersangka, ini kronologi lengkap dan motifnya.
Kontroversi selebrasi Lautaro Martinez di Piala Dunia 2026 tidak berbuah kartu merah. Wasit sesuai aturan, Argentina tetap bisa turunkan pemain penuh lawan.
Guru, siswa hingga mahasiswa dari berbagai wilayah di Tanah Air mengikuti Safety Riding Camp 2026 yang diselenggarakan Yayasan Astra Honda Motor
Mobil bergetar saat gigi 3 bisa menjadi tanda kerusakan pada kopling, transmisi, mounting mesin hingga kaki-kaki. Kenali penyebab dan cara mengatasinya.
Cara membuat nada dering WhatsApp yang menyebut nama sendiri secara gratis. Gunakan layanan text-to-speech dan pasang sebagai notifikasi WhatsApp dalam beberapa
Jangan anggap sepele kebiasaan menahan BAB. Dokter menjelaskan risiko sembelit, wasir, gangguan rektum hingga impaksi feses akibat sering menunda buang air besa