Upgrade Mobil Makin Mudah, OLXmobbi Hadir di GIIAS 2026
OLXmobbi kembali jadi mitra trade-in GIIAS 2026 dengan cashback hingga Rp35 juta dan proses cepat kurang dari satu jam.
Petugas di salah satu kandang peternakan ayam petelur di Ngemplak, Sleman, memberi pakan untuk ayam-ayam, Rabu (3/2/2016). (Bernadheta Dian Saraswati/JIBI/Harian Jogja)
Konflik warga dan pengusaha terjadi di Ngaglik Sleman
Harianjogja.com, SLEMAN- Sejumlah pekerja Bintang Telur, asal dusun Ngebo, Sukoharjo, Ngaglik, Sleman mengadu ke Dewan Perwakilan rakyat Daerah (DPRD) Sleman, Senin (30/5/2016).
Mereka mengadukan adanya ancaman penutupan peternakan lantaran izin gangguan (HO) yang akan kadaluarsa tidak bisa diperpanjang.
Perwakilan pekerja peternakan Eko Supriyanto menjelaskan, proses perizinan sudah diurus ke instansi terkait beberapa waktu lalu. Namun hingga kini izin HO yang diharapkan selesai belum ditandatangani.
Belum keluarnya izin HO, kata Eko, dikarenakan pihaknya belum dapat melampirkan syarat persetujuan dari warga yang tinggal di kawasan peternakan.
"Berkas kami dikembalikan dengan alasan syaratnya tidak lengkap. Bila izin HO tidak segera dikeluarkan, bisa jadi peternakan kami ditutup," jelas Eko usai audiensi dengan perwakilan anggota Komisi D, Sleman.
Eko menjelaskan, perternakan Bintang Telur sudah beroperasi sejak 20 tahun lebih dan menyerap tenaga kerja sekitar 60 warga sekitar. Selama itu tidak ada persoalan dengan wagra.
Namun saat ini, muncul penolakan dari warga yang tinggal di Desa Wedomartani, Ngemplak. Masyarakat, katanya, menolak adanya peternakan yang berada di sisi Selatan desa di mana lokasinya bersebelahan dengan Dusun Ngebo, Sukoharjo. Pihak peternakan pun mengakomodasi keinginan warga.
“Lokasi peternakan di sisi Selatan sudah dihilangkan. Sebagian kandang sudah kami kosongkan dan dilakukan penghijauan dengan penanaman sengon. Sekarang jarak peternakan dengan rumah warga di sisi selatan sejauh 300 meter," jelasnya.
Bagian produksi perternakan Bintang Telur tersebut menambahkan, pihaknya juga meningkatkan standarisasi kebersihan sesuai arahan dari Badan Lingkungan Hidup (BLH). Salah satunya, pengelolaan limbah ternak diterapkan sesuai dengan standar.
"Kami tidak tahu kenapa warga masih menolak. Padahal, beberapa warganya ada yang bekerja selama 24 tahun. Kalau peternakan kami ditutup tentu akan menimbulkan persoalan baru, pengangguran," jelasnya.
Sementara itu Anggota DPRD Sleman Gustan Ganda mengakui, kasus penolakan warga terkait keberadaan peternakan di lingkungan mereka terjadi di hampir semua wilayah di Sleman. Dia berharap Pemkab bijaksana menghadapi persoalan tersebut. "Jangan sampai ada warga protes peternakan lalu ditutup. Itu tidak bagus dan akan berdampak buruk bagi masyarakat," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
OLXmobbi kembali jadi mitra trade-in GIIAS 2026 dengan cashback hingga Rp35 juta dan proses cepat kurang dari satu jam.
Bapanas menyiapkan Rp1,2 triliun untuk cadangan pangan pemerintah guna membantu masyarakat terdampak bencana alam sepanjang 2026.
Alfamart bersama PGMM Kabupaten Magelang menyalurkan 40 paket seragam sekolah bagi siswa prasejahtera di tujuh madrasah.Alfamart bersama PGMM Kabupaten Magelang
Ekonom UMY menjelaskan kenaikan desil belum tentu menandakan ekonomi membaik. Desil merupakan peringkat relatif kesejahteraan rumah tangga.
Kemendikdasmen siapkan pembaruan aturan belajar darurat akibat karhutla Kalimantan. Sebanyak 571.338 murid telah mengikuti PJJ.
Gunung Anak Krakatau kembali erupsi Sabtu siang. Kolom abu mencapai 400 meter dan nelayan serta wisatawan diminta menjauh 2 kilometer.