PENCEMARAN AIR SUNGAI BEDOG : Ribuan Ikan Mati, Warga Khawatir Air Sumur Tercemar

Sabtu, 04 Juni 2016 23:19 WIB
PENCEMARAN AIR SUNGAI BEDOG : Ribuan Ikan Mati, Warga Khawatir Air Sumur Tercemar

JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto Anak-anak mendinginkan badan dengan berendam dan mandi di aliran sungai Bedog, Kasihan, bantul, DI. Yogyakarta, Sabtu (27/06/2015). Cuaca yang begitu panas mulai terasa dirasakan oleh warga, data BMKG menyebutkan bahwa pada umum wilayah indonesia akan memasuki musim kemaran pada bulan April, Mei hingga Juni seluruh wilayah di Indonesia memasuki musim kemarau.

Pencemaran air Dungai Bedog diduga menjadi penyebab ribuan ikan mati

Harianjogja.com, BANTUL- Warga Dusun Dukuh, Guwosari, Pajangan, Bantul khawatir air sumur di sekitar sungai Bedog, ikut tercemar limbah yang diduga dari pabrik.

Hal ini menyusul ditemukannya ribuan ikan mati di sungai tersebut, Sabtu pagi (4/6/2016).

“Sumur warga banyak berada tidak jauh dari sungai Bedog, kini mereka juga khawatir air sumur mereka juga tercemar," kata Ihsan, warga setempat.

Ia mengungkapkan, warga sekitar menggunakan air sumur untuk keperluan sehari-hari mulai mandi cuci kakus (MCK) hingga air minum. Tentu saja, air direbus terlebih dahulu.

Ia berharap pihak terkait harus segera melakukan tindakan, serta pemerintah juga bisa segera melakukan teguran terhadap pihak pabrik.

Yuhairi, warga lain mengatakan dalam sepekan terakhir saja sudah tiga kali warga menemui kasus ikan mati mendadak seperti ini. Aliran air di Sungai Bedog pun juga tidak seperti biasa, akhir-akhir ini air tampak lebih pekat dan ada bau limbah pabrik. “Kalau warga menyebut ini airnya terkena limbah blothong,” ujarnya.

Kejadian ikan mati mendadak seperti saat ini terjadi setelah pabrik mulai beroperasi. Limbah pabrik yang disinyalir dialirkan ke sungai yang menyebabkan ikan-ikan ini mati.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online