OPINI: Aspek Perpajakan dalam Progam Makan Bergizi Gratis
Salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam program MBG adalah perlakuan PPh atas bantuan pemerintah yang diterima yayasan
Pedagang kebutuhan pokok di Pasar Argosari Gunungkidul. (JIBI/Harian Jogja/David Kurniawan)
Harga kebutuhan pokok jelang Ramadan meningkat tipis.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL --- Pemerintah Daerah (Pemda) DIY melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DIY melakukan pantauan harga sejumlah bahan pokok jelang Ramadan dan lebaran di beberapa Pasar Tradisional di DIY, salah satunya yakni di Pasar Argosari, Wonosari, Gunungkidul, Jumat (3/6/2016).
Pelaksana Biro Perekonomian Setda DIY, Neo Emirensiyana, mengungkapkan Berdasarkan rekap data dari tim pelaksana didapati sejumlah komoditas masih terpantau berada pada harga yang stabil. Meskipun ada kenaikan tapi tidak signifikan, hanya berkisar Rp500 hingga Rp1.000 saja.
"Kisaran harga komoditas kebutuhan pokok di DIY saya kira masih stabil untuk semua harga sembilan bahan pokok," kata dia.
Seperti daging sapi dengan kualitas terbaik masih di angka Rp120.000, ia menyebutkan Gunungkidul masih lebih tinggi dibanding daerah lain di DIY. Sebelumnya pantauan harga dilakukan di Pasar Beringharjo harga daging yakni Rp115.000 per kg, Pasar Godean Rp117.000, sedang Pasar Bantul berada di harga yang sama dengan Gunungkidul yakni Rp120.000.
Saat disinggung mengenai wacana Presiden Joko Widodo untuk menurunkan harga daging sapi hingga Rp80.000, Neo mengungkapkan hal tersebut masih dirasa sulit untuk diterapkan di pasar tradisional, pasalnya kebijakan pemerintah tersebut yakni dengan mendatangkan sapi impor, tetapi justru distok ke dalam supermarket yang pada umumnya dinikmati oleh masyarakat menengah ke atas.
"Sementara masyarakat kita lebih suka yang lokal. Mungkin karena lebih segar dan lebih baik kualitasnya," kata dia.
Pihaknya pun tidak dapat mencegah terjadinya hal tersebut karena disesuaikan dengan kebijakan masyarakat itu sendiri dalam memilih kebutuhan mereka. Neo mengatakan bahwa keputusan masyarakat untuk memilih daging lokal adalah keputusan yang baik dan merupakan pola hidup yang sehat.
Selain melakukan cek harga, TPID juga memantau ketersediaan barang atau stok serta distribusi barang. Sejauh ini para pedagang mengatakan bahwa stok aman dan distribusi lancar, sehingga tidak akan muncul kekhawatiran di masyarakat jelang puasa dan lebaran nanti.
Salah seorang pedagang daging sapi di Pasar Argosari, Watini Pono pun mengungkapkan bahwa harga daging masih stabil dalam jangka dua minggu terakhir. Belum ada kenaikan maupun penurunan harga.
“Untuk kualitas satu Rp120.000, sedangkan untuk kualitas dua Rp100.000. Masih sama harganya, belum berubah,” kata dia.
Kebutuhan lainnya seperti harga komoditas sayuran pun masih dalam batas yang wajar. Seperti Bawang merah justru mengalami penurunan yang cukup banyak. Pada minggu lalu Rp35.000 saat ini turun menjadi Rp25.000 per kg. Cabai merah keriting stabil di angka Rp18.000 per kg, Cabai rawit hijau stabil pada Rp10.000 per kg, Cabai rawit merah 20.000 per kg.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam program MBG adalah perlakuan PPh atas bantuan pemerintah yang diterima yayasan
Bantuan pangan pemerintah meringankan beban keluarga Hayati Sahempa, warga miskin di Bailang, Manado, yang hidup dengan dapur beralas tanah.
Isu Ducati dijual Volkswagen kembali muncul di tengah restrukturisasi. Nilai Ducati diperkirakan Rp23,75 triliun. CEO Audi sebut belum ada keputusan. Simak sele
Prabowo mendorong kesiapsiagaan bencana karena Indonesia berada di Ring of Fire dan meminta anggaran mitigasi ditambah signifikan.
PAD wisata Gunungkidul sudah lebih dari Rp50 miliar. DPRD mendorong target retribusi wisata 2026 dinaikkan menjadi Rp60 miliar.
Digitalisasi bansos telah menjangkau 258 daerah di 38 provinsi dengan lebih dari 4,2 juta keluarga terdaftar hingga 1 September 2026.