BANDARA KULOPROGO : WTT Dapat Dukungan Dari Forum Internasional, Siapa?

Sekar Langit Nariswari
Sekar Langit Nariswari Senin, 06 Juni 2016 08:55 WIB
BANDARA KULOPROGO : WTT Dapat Dukungan Dari Forum Internasional, Siapa?

Warga penolak bandara yang tergabung dalam Wahana Tri Tunggal (WTT) membagikan sayuran secara gratis kepada pengguna jalan di Kragon II, Palihan, Temon, Minggu (5/6/2016). Aksi ini dilakukan sebagai bakti sosial jelang Ramadan sekaligus penegasan bahwa tanah mereka merupakan lahan subur yang tidak patur digusur demi bandara. (Sekar Langit Nariswari/JIBI/Harian Jogja)

Bandara Kulonprogo, warga yang menolak berupaya mencari dukungan

Harianjogja.com, KULONPROGO -Warga penolak bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) yang tergabung dalam Wahan Tri Tunggal (WTT) menggelar aksi bagi-bagi sayuran gratis, Minggu (5/6/2016). Aksi ini juga sekaligus menyatakan dukungan 40 negara atas aksi penolakan bandara oleh WTT.

Ketua Perempuan Pejuang Anti-Penindasan (PPAP) yang merupakan sayap dari WTT, Wulandari menyampaikan selain membagi 700 paket sayuran grais, dipasang pula baliho yang menyatakan solidaritas internasional berupa dukungan dari 40 negara kepada WTT atas penolakan pembangunan bandara. Wulandari menegaskan aksi tersebut akan terus dilakukan hingga bandara gagal dibangun nanti.

Ketua WTT, Martono mengatakan aksi tersebut sekaligus merupakan bakti sosial untuk mewujudkan rasa syukur kepada Tuhan atas panen yang melimpah. Terlebih lagi, ini  bertepatan dengan panen raya sayuran dan cabai yang baru dilakukan para petani. Selain itu, aksi ini juga dilakukan dalam semangat hari lingkungan hidup yang jatuh pada 5 Juni lalu.

Martono menguraikan dukungan terhadap WTT dari forum internasional disampaikan dalam forum solidaritas perempuan yang dilangsungkan di Nepal, Maret lalu. Dalam acara tersebut, WTT sendiri diwakili oleh solidaritas yang berasal dari Semarang.

Martono menambahkan bahwa salah satu perwakilan dari India menegaskan dukungan akan penolakan penggusuran jenis apapun.

“Perwakilan India menolak apapun penggusuran di tanah produktif, salah satunya bandara,”ujarnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online