PENCEMARAN SUNGAI BEDOG : Dampak Limbah Beragam, Dari Bau Tak Sedap sampai Air Sumur Terpapar

Bhekti Suryani
Bhekti Suryani Selasa, 07 Juni 2016 10:20 WIB
PENCEMARAN SUNGAI BEDOG : Dampak Limbah Beragam, Dari Bau Tak Sedap sampai Air Sumur Terpapar

JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto Anak-anak mendinginkan badan dengan berendam dan mandi di aliran sungai Bedog, Kasihan, bantul, DI. Yogyakarta, Sabtu (27/06/2015). Cuaca yang begitu panas mulai terasa dirasakan oleh warga, data BMKG menyebutkan bahwa pada umum wilayah indonesia akan memasuki musim kemaran pada bulan April, Mei hingga Juni seluruh wilayah di Indonesia memasuki musim kemarau.

Pencemaran Sungai Bedog masih dirasakan warga

Harianjogja.com, BANTUL- Pencemaran Sungai Bedog yang diduga akibat limbah pabrik gula Maduskimo masih saja dikeluhkan. Sehari sebelumnya warga turun ke sungai mengampanyekan penolakan pembuangan limbah ke Sungai Bedog.

(Baca Juga : http://www.harianjogja.com/baca/2016/06/04/pencemaran-air-sungai-bedog-ribuan-ikan-mati-warga-khawatir-air-sumur-tercemar-725891">PENCEMARAN AIR SUNGAI BEDOG : Ribuan Ikan Mati, Warga Khawatir Air Sumur Tercemar)

Kepala Desa Guwosari, Pajangan, Bantul Muhamad Suharto mengakui, limbah yang diduga berasal dari pabrik gula itu telah menyengsarakan masyarakatnya. Mulai dari bau tidak sedap, munculnya sarang nyamuk, kematian ribuan ikan hingga pencemaran air sumur. Ia mengklaim telah berupaya melaporkan persoalan ini ke Pemkab Bantul namun sampai sekarang pembuangan limbah masih terjadi.

“Sebenarnya setiap ada kesempatan bicara sudah saya sampaikan masalah limbah itu, tapi belum ada solusi sampai sekarang” jelas Muhamad Suharto. Pemerintah Desa kata dia mendukung aksi warga mengampanyekan pencemaran lingkungan di Sungai Bedog pada Minggu (5/6/2016).

Diretur Utama PT Madubaru (Madukismo) Rahmat Edi Cahyano sebelumnya mengklaim, kematian ribuan ikan di Sungai Bedog bukan semata karena limbah yang dibuang oleh pabriknya.

“Limbah yang dibuang ke sana kan enggak cuma dari Madukismo. Bahkan saat kematian ikan yang pertama saya juga bingung kenapa kami yang disalahkan. Karena kami saat itu tidak sedang produksi,” kata dia.

Rahmat menyebut, pabrik gula Maduskimo membuang rata-rata 200.000 meter kubik limbah setiap harinya ke Sungai Bedog.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis