KENAKALAN REMAJA : Bleyer-kan Motor Jelang Sahur, Dua ABG Babak Belur

Sunartono
Sunartono Rabu, 15 Juni 2016 16:20 WIB
KENAKALAN REMAJA : Bleyer-kan Motor Jelang Sahur, Dua ABG Babak Belur

Kenakalan remaja memicu amarah warga di Sleman

Harianjogja.com, SLEMAN - Dua anak baru gede (ABG) yang masih berstatus pelajar SD dan SMP dihajar massa saat melintas di Dusun Tegalsari RT05/RW05 Sendangtirto, Berbah, Sleman, Selasa (14/6/2016) dinihari.

Sejumlah warga kesal karena dua ABG tersebut berkali-kali mem-bleyer (menggeber) motor blombongan yang dikendarai sembari berkata jorok kepada warga.

Kedua ABG tersebut sama-sama berasal dari satu dusun di Desa Madurejo, Prambanan. Mereka adalah SEE, 15, yang masih duduk di bangku salah satu SD di Prambanan, serta APP, 15, yang sudah duduk di bangku salah satu SMP di Piyungan, Bantul.

Peristiwa pengeroyokan itu berawal saat dua ABG tersebut berboncengan mengendarai motor trail Kawasaki KLX warna hijau bernopol AB 5595 KU jelang sahur sekitar pukul 01.30 WIB. Keduanya melintas di Dusun Tegalsari, tepatnya di jalan kampung kawasan RT05/RW05.

Saat itu pengendara menggeber-geberkan motor trail dengan knalpot blombongan sehingga warga merasa bising. Tak hanya itu, keduanya juga sempat meneriaki warga dengan kata-kata kotor. Dugaannya dua ABG itu sedang mabuk akibat miras.

"Itu anak dari Prambanan, diperkirakan sedang mabuk lalu diingatkan warga," terang Kapolsek Berbah Kompol Gunawan, Rabu (15/6/2016).

Menurut Gunawan, sejumlah warga berupaya mengingatkan keduanya namun tidak digubris. Selain itu tindakannya dilakukan sudah berkali-kali.

Karena merasa emosi, warga pun mengejar dua ABG tersebut. Keduanya berusaha kabur dengan kecepatan tinggi namun justru terjatuh. Warga yang kesal pun menghajar mereka hingga mengalami luka lebam.

"Awalnya sudah sempat diingatkan, lalu dikejar warga, dia jatuh dan sempat dipukuli, namun tidak terlalu parah," ungkapnya.

Mendapatkan laporan tersebut, pihaknya langsung menuju tempat kejadian perkara (TKP).

Serta memeriksa sejumlah saksi terutama warga RT05/RW05 untuk mengetahui duduk perkaranya. Kemudian secepatnya dilakukan pertemuan antar kedua belah pihak. Akhirnya disepakati bahwa kasus diselesaikan secara kekeluargaan dan tidak dibawa ke ranah hukum.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online