DPRD Gunungkidul Minta Bantuan Air Bersih Lebih Merata
DPRD Gunungkidul meminta penyaluran bantuan air bersih lebih merata. Hingga 18 September, bantuan mencapai 3.365 tangki.
Suasana di Pantai Nguyahan, Desa Kanigoro, Kecamatan Saptosari masih ada sejumlah lapak berjualan milik pedagang, Senin (13/5/2016). (David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja)
Penataan pantai selatan sudah dilakukan sebelum ini oleh Pemerintah Kecamatan Saptosari
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Wacana penataan kawasan pantai menjadi program yang digulirkan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, pasca adanya gelombang tinggi yang memporak-porandakan kawasan pesisir beberapa waktu lalu.
Namun upaya penataan bukan hal yang baru, karena di lingkup yang lebih kecil, Pemerintah Kecamatan Saptosari di 2015 lalu melakukan penataan kawasan Pantai Nguyahan, Desa Kanigoro.
Hanya saja, upaya ini belum membuahkan hasil yang maksimal. Para pedagang yang dulu berjualan di pinggir pantai sudah mau pindah ke kios-kios yang disediakan kecamatan melalui program MP3KI.
Namun masalahnya, ada sejumlah warga baru yang mendirikian bangunan yang melanggar sempadan kawasan pantai.
Kondisi ini dikeluhkan oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pantai Nguyahan. Mereka mengeluh karena hal itu bisa menimbulkan kecemberuan di antara pedagang. Sebab, pedagang mau pindah ke kios demi keindahan pantai.
Namun faktanya masih ada warga yang nekat mendirikan bangunan di kawasan sempadan. Dia mengaskan, beberapa warga yang mendirikan bangunan di kawasan sempadan pantai bukan masuk anggota pokdarwis Nguyahan.
Oleh karenanya, Sukiman mengaku tidak ikut bertanggungjawab terhadap kelompok tersebut. “Yang saya urusi hanya mereka yang menjadi anggota dengan jumlah 42 pedagang,” kata Ketua Pokdarwis Pantai Nguyahan Sukiman, Selasa (14/6/2016).
Menurut dia, keberadaan bangunan baru itu sudah ada sejak lama, tepatnya beberapa waktu setelah dilakukan pemindahan di tahun lalu. Dari beberapa bangunan itu, kata Sukiman, salah satunya berdiri di lahan eks yang ditempatinya sebelum pindah ke kios yang disediakan kecamatan.
“Tapi kenapa setelah saya pindah, malah digunakan orang lain. kalau seperti ini, jelas tidak adil. Mengenai masalah ini, kami juga sudah mengadu ke pihak desa hingga kecamatan, namun hingga sekarang [kemarin] belum ada tindak lanjutnya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul meminta penyaluran bantuan air bersih lebih merata. Hingga 18 September, bantuan mencapai 3.365 tangki.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 24 September 2026 lengkap dengan 15 perjalanan, waktu keberangkatan, stasiun, dan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 24 September 2026 dari Palur menuju Jogja lengkap dengan waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Kenali enam pemain baru 5cm: Revolusi Hati. Roman King memerankan Zafran muda dalam prekuel film 5 cm yang dijadwalkan tayang akhir 2026.
DPRD Sleman mengingatkan potensi dampak jalan tol terhadap kunjungan wisatawan. Pemkab diminta memperkuat destinasi dan memperbanyak event pariwisata.
DPRD Bantul mengingatkan pengelolaan KDMP perlu pengawasan, manajemen yang kuat, dan produk lokal agar tak mengulang persoalan KUD.