Gus Kikin Pimpin PBNU 2026-2031, Ini Harapan Puan Maharani
Puan Maharani mengucapkan selamat atas terpilihnya Gus Kikin sebagai Ketum PBNU 2026-2031 dan berharap NU semakin baik.
Petani melon saat melakukan penyemprotan obat agar buah melon yang siap wpanen bisa matang secara bersama dan tidak busuk. Sabtu (18/6/2016). (Yudho Priambodo/JIBI/Harian Jogja)
Pertanian Bantul keluhkan harga jual melon rendah
Harianjogja.com, BANTUL -- Petani melon di Kabupaten Bantul mengeluhkan harga jual buah melon di tingkat pengepul rendah pada musim panen kali ini. Harga jual melon musim panen ini mengalami penurunan harga antara Rp3.000-Rp4.000 per kilogramnya.
Petani melon di Dusun Brajan, Sewon, Kemijo, mengatakan harga jual melon borongan saat ini hanya berkisar Rp 20 juta per “kepek" atau sekitar enam ton melon. Dengan demikian jika dirata-rata harga jual melon hanya Rp3.000 per kilogramnya, padahal pada musim panen sebelumnya harga melon mencapai Rp7.000 per kilogramnya.
"Kualitas panen melon sangat baik dan melimpah, namun harga jualnya yang kurang menguntungkan, harga melon sekarang ini rendah," katanya, Sabtu (18/6/2016).
Menurut dia, rendahnya harga borongan melon ini dikarenakan beberapa faktor di antaranya bersamaan dengan panen melon di sejumlah daerah sehingga persediaan buah di pasar melimpah.
"Kemungkinan saat ini bersamaan panen melon di beberapa daerah, bahkan ada yang sedang musim panen mangga, jadi harganya terpengaruh," katanya.
Ia yang mengelola lahan melon sekitar satu hektare ini mengatakan, dengan harga jual borongan tersebut dirinya mengaku tetap bisa menikmati keuntungan, namun tidak sebesar ketika harga normal.
"Kalau untuk kembali modal dan memberi upah tenaga hasilnya masih bisa menutupi, dan masih sisa, namun keuntungannya jelas tidak begitu besar," ujarnya.
Sementara petani melon lain, Muslim mengatakan, harga jual borongan melon saat ini rendah karena tanaman melon dilahannya sempat terguyur hujan beberapa hari lalu, sehingga harus segera dipanen khawatir membusuk akibat terlalu lembab.
"Selain itu kita juga mengantisipasi kebusukan dan untuk menjaga kematangan buah yang merata harus dengan menyemprotkan obat agar buah tidak rusak,” kata Muslim
Menurut dia, dengan lahan garapan seluas satu setengah hektare tersebut hasil panen memang lebih banyak dijual daerah seperti Bandung dan Jakarta.
“Namun ada juga pengepul dari daerah yang kemudian menjual ke pasar-pasar buah di Jogja,” tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Puan Maharani mengucapkan selamat atas terpilihnya Gus Kikin sebagai Ketum PBNU 2026-2031 dan berharap NU semakin baik.
Filipina dan China kembali saling kritik soal sengketa Laut China Selatan. Menhan Gilberto Teodoro membalas pesan China terkait arbitrase.
Bernardo Tavares menyoroti kondisi pemain Persebaya jelang menghadapi PSIM pada pekan kedua BRI Super League, Minggu (13/9).
Komdigi menerbitkan SE No. 4/2026 yang melindungi sisa kuota internet pelanggan dan melarang operator mengenakan biaya tambahan.
GAC Indonesia menawarkan harga khusus mobil listrik AION dan HYPTEC selama GIIAS Bandung 2026 hingga 13 September.
Pemkot Jogja digitalisasi pencatatan kunjungan tamu melalui SILAT, dari registrasi hingga verifikasi dokumen dan penyimpanan data.