PNBP Tembus Rp492,3 Triliun, Kemenkeu Antisipasi Beban Subsidi
PNBP mencapai Rp492,3 triliun hingga September 2026. Kemenkeu berupaya menambah penerimaan saat subsidi dan kompensasi naik menjadi Rp376,8 triliun.
Gerobak Koling (Kopi keliling) mangkal di Tugu Jogja. Foto diambil Rabu (15/6/2016) malam. (Holy Kartika N.S/JIBI/Harian Jogja)
Kisah sukses 2 sahabat ini bisa menginspirasi
Harianjogja.com, JOGJA-Ngopi sudah menjadi budaya masyarakat di berbagai belahan dunia. Tren ngopi dari warung pinggiran hingga kelas cafe juga sudah semakin menjamur di Kota Jogja.
Kebanyakan ngopi di kafe tak sekedar mencicipi aneka olahan kopi saja, tetapi juga sebagai ruang nongkrong anak muda hingga kalangan kelas atas.
Namun, budaya ngopi dengan secangkir kopi dari olahan biji kopi pilihan, ternyata masih belum mengedukasi kelas yang lebih merakyat. Lewat Kopi Keliling alias Koling, Ilman Hidayat dan Donatus Dayu Pratama, mencoba menjangkau pasar yang lebih umum.
"Kebanyakan cafe di Jogja modelnya stay. Idenya, kenapa enggak buka tempat ngopi yang bisa moving [keliling]. Jadi bisa menjangkau wisatawan dan masyarakat yang ada di area Tugu Jogja, Malioboro, Titik Nol atau Alun-alun Selatan," ujar Ilman saat ditemui Harianjogja.com, Rabu (15/6/2016) malam.
Ilman mengatakan, sebelum memakai brand Koling, gerobak kopi ini dilabeli dengan nama Coffee Road. Sejak dimulai sembilan bulan lalu, lman dan Dayu mulai berkeliling di kawasan-kawasan wisata Jogja.
Sayangnya, perkenalan awal kopi buatan mereka yang dijajakan keliling masih belum mendapat respon dengan baik.
Perjuangan sampai harus kejar-kejaran dengan Satpol PP dan mengedukasi masyarakat umum tentang teknik penyajian kopi yang rumit, tak membuat mereka patah semangat. Akhirnya, keduanya melihat ikon Tugu Jogja yang tersohor ini menjadi tempat mangkal yang pas bagi gerobak mereka.
"Dulu waktu keliling, paling hanya laku tiga sampai enam cup semalam. Sekarang setelah kami menetap di sini, pelanggan semakin banyak. Semalam rata-rata bisa 70 cup sampai 100 cup lebih di malam minggu," jelas alumni MMTC Jogja ini.
Kini, kedua sahabat ini tengah gencar membangun merek kembali usaha mereka dengan nama Koling. Ilman mengungkapkan, nama ini terinsipirasi dari interaksi pelanggan mereka di Instagram. Saat masih berkeliling, demi mendapatkan secangkir kopi mereka, pelanggan rajin berkomentar di foto-foto pada akun Instagram mereka.
"Banyak yang berinteraksi, tanya, malam ini mangkal di mana. Kami melihat, kok, seperti istilah wong jowo, koling-kolingan. Sejak itu, kami memutuskan untuk mengganti nama. Kami saat ini ada dua unit, satu unit gerobak sepeda kopi, masih berkeliling sekarang," jelas Ilman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PNBP mencapai Rp492,3 triliun hingga September 2026. Kemenkeu berupaya menambah penerimaan saat subsidi dan kompensasi naik menjadi Rp376,8 triliun.
Jadwal KA Bandara YIA, Selasa, 13 Oktober 2026, tersedia 24 perjalanan dari YIA ke Stasiun Tugu dan sebaliknya. Cek jam keberangkatan lengkapnya.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Selasa 13 Oktober 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jadwal dari Jogja dan Kutoarjo.
Jadwal KRL Solo-Jogja Selasa 12 Oktober 2026 tersedia 12 perjalanan. Simak jadwal Palur, Klaten, Lempuyangan hingga Jogja.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa, 13 Oktober 2026 tersedia dalam 15 perjalanan. Simak jam keberangkatan dan tarif tiket Rp8.000.
Serikat pekerja Gunungkidul meminta survei Kebutuhan Hidup Layak kembali dilakukan sebagai bahan pertimbangan penetapan UMK 2027.