Siswi Sekolah Rakyat Sragen Meninggal, Sempat Demam dan Kejang
Siswi Sekolah Rakyat Sragen meninggal setelah demam, muntah, dan kejang. Ia sempat menjalani pemeriksaan sebelum dirujuk ke rumah sakit.
JIBI/Solopos/Ardiansyah Indra Kumala Warga menggelar aksi damai dengan membawa poster dan memakai kostum di car free day (CFD) Jl. Slamet Riyadi, Solo, Minggu (23/3). Aksi tersebut untuk mengingatkan warga agar tidak terlibat politik uang dalam Pemilu Legislatif 2014.
Pilkada Bantul beredar isu politik uang.
Harianjogja.com, BANTUL- Pengisian posisi pamong desa, khususnya dukuh di Bantul yang saat ini kosong, dinilai rentan dengan politik uang. Pasalnya pengisian posisi dukuh dengan syarat dukungan sejumlah KTP warga.
Ketua Paguyuban Dukuh (Pandu) Bantul yang juga Dukuh Cangkring, Desa Sumberagung, Kecamatan Jetis, Sulistyo Atmojo mengatakan pihaknya akan terus mengawal proses pengisian dukuh tersebut sesuai peraturan yang ada. Termasuk melakukan pengawasan untuk menekan praktek politik uang seperti jual beli KTP.
“Kami akan terus kawal, kami sudah berkomitmen agar pengisian pamong tetap sesuai aturan dan bersih dari money politik,” tegasnya.
Dia menilai terkait dukungan KTP ini juga menjadi sorotan pencermatan Perda Nomor 5 tahun 2016 tentang Pamong Desa. Dalam Perda tersebut sudah diatur pengisian pamong desa, termasuk dukuh melalui cara seleksi.
“Namun karena kondisi di lapangan banyak pamong kosong, biarkan perda itu menjadi dasar hukum guna pengisian dukuh dulu. Setelah pengisian pamong, kami akan mengkaji kembali perda itu,” tegas Sulis.
Saat dihubungi secara terpisah Kepala Bagian Pemerintah Desa (Pemdes) Bantul, Heru Wismantara mengatakan perda pamong desa ini telah disosialisasikan. Kemudian untuk pelaksanaan pengisian pamong desa akan diserahkan di masing-masing desa.
“Tidak masalah ada KTP by name untuk mendukung beberapa calon dukuh. Sementara pengisian dukuh dengan seleksi sendiri sudah pernah dilakukan di tahun 1990 sampai 2007,” tegas Heru.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Siswi Sekolah Rakyat Sragen meninggal setelah demam, muntah, dan kejang. Ia sempat menjalani pemeriksaan sebelum dirujuk ke rumah sakit.
iPhone Duo hadir tanpa SIM fisik dan Apple Intelligence belum mendukung Bahasa Indonesia. Ini yang perlu diketahui calon pembeli di Indonesia.
Atta Halilintar membantah foto viral bersama Mercedes Roa sebagai hasil editan AI. Mercedes dan Aurel Hermansyah juga memberikan klarifikasi.
PSS Sleman kalah dari Bali United pada laga perdana. Pieter Huistra berharap PSS Fans kembali memberi energi saat menjamu Madura United.
Harga iPhone Duo di Malaysia dan Singapura mulai Rp40 jutaan. Simak harga tiap kapasitas, jadwal pre-order, spesifikasi, dan aturan IMEI.
Alumni pondok pesantren di Sleman melaporkan dugaan kekerasan seksual yang terjadi dua kali. Polisi kini masih menyelidiki laporan tersebut.