PNBP Tembus Rp492,3 Triliun, Kemenkeu Antisipasi Beban Subsidi
PNBP mencapai Rp492,3 triliun hingga September 2026. Kemenkeu berupaya menambah penerimaan saat subsidi dan kompensasi naik menjadi Rp376,8 triliun.
Harga kebutuhan pokok di Jogja tidak banyak berubah meskipun Pemerintah telah gencar melakukan operasi pasar beberapa waktu terakhir
Harianjogja.com, BANTUL- Kegiatan Operasi Pasar (OP) yang gencar dilakukan oleh pemerintah dalam satu bulan terakhir ternyata tidak memberikan banyak dampak terhadap kondisi harga kebutuhan pokok di pasaran.
Pasalnya untuk saat ini harga kebutuhan pokok di beberapa pasar di Bantul masih cukup tinggi, salah satunya gula pasir.
Menurut salah satu pedagang di Pasar Imogiri yang juga ketua Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Pasar Imogiri Darmanto, harga kebutuhan pokok seperti gula, telur, dan minyak goreng masih terbilang cukup tinggi.
Harga gula saat ini masih stabil dengan harga Rp16.000 – Rp17.000 per kilogramnya, untuk telur ayam mencapai Rp18.000 per kilogram.
“Sementara untuk minyak goreng saat ini harganya juga masih stabil, belum turun masih dikisaran Rp12.000- Rp13.000 per liter. Jadi operasi pasar beberapa kali kemarin belum berpengaruh pada penurunan harga kebutuhan pokok karena nyatanya harga kebutuhan juga masih tinggi,” katanya, Senin (27/6/2016).
Ia menilai kebijakan pemerintah mengantisipasi penyediaan gula pasir selama ini kurang. Sementara untuk penyediaan gula lokal juga belum mencukupi kebutuhan sehingga menyebabkan harga gula saat ini cukup tinggi. Dia menuturkan lebaran tahun lalu pemerintah mengantisipasinya dengan melakukan impor gula.
Hal serupa juga dibenarkan oleh salah seorang pedagang sembako di Pasar Bantul Jamilah, menurutnya harga jual gula pasir disejumlah kios pedagang di Pasar Bantul masih tinggi yakni Rp16.000 per kilogramnya, menurutnya harga gula pasir yang tinggi tersebut sudah terjadi sejak awal puasa.
"Operasi pasar tidak ada efeknya, harga kebutuhan juga tetap tinggi. Kemarin saat OP di pasar pembeli justru kebanyakan pedagang besar, bukan dari masyarakat,” paparnya.
Saat dimintai keterangan, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kabupaten Bantul Sulistyanto mengatakan, sebenarnya tujuan utama operasi pasar yakni untuk membantu meringankan harga kebutuhan pokok bagi masyarakat. Sedangkan untuk menstabilkan harga itu adalah dampak efek samping.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PNBP mencapai Rp492,3 triliun hingga September 2026. Kemenkeu berupaya menambah penerimaan saat subsidi dan kompensasi naik menjadi Rp376,8 triliun.
Kemenhub memantau dampak insiden keamanan Riyadh terhadap penerbangan internasional. Penerbangan langsung Indonesia-Arab Saudi masih normal.
PBB mendesak penyelidikan serangan berulang di Bandara Internasional Riyadh yang dilaporkan menewaskan 13 orang dan melukai 320 lainnya.
Disdikpora DIY menunggu aturan resmi soal wacana siswa tidak otomatis naik kelas mulai 2027 dan menekankan penilaian objektif serta pendampingan belajar.
Uni Eropa dan China menyepakati aturan perdagangan untuk mengendalikan ekspor mobil listrik, mempermudah ekspor tanah jarang, dan menekan defisit dagang.
Harga minyak Brent turun ke US$106,04 per barel seiring prospek pasokan diesel Rusia, di tengah kontroversi impor bahan bakar di AS.