Jembatan Kretek Dua Bakal Diimbangi Pengembangan Wisata
Sejumlah wisatawan menaiki perahu untuk menikmati keindahan alam di sekitar Laguna Pantai Glagah, Kecamatan Temon, Kulonprogo, Sabtu (9/7/2016). (Rima Sekarani I.N/JIBI/Harian Jogja)
Wisata Kulonprogo terus dibenahi
Harianjogja.com, KULONPROGO- Kepala Dinas Pariwisata Pemuda Olahraga (Disparpora) Kulonprogo, Krissutanto mengatakan bahwa pengembangan Pantai Glagah harus menunggu pembangunan bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) terlebih dahulu.
Pasalnya, pengembangan ini harus menyesuaikan dengan bentuk bandara baru sehingga lebih maksimal dan wisatawan tetap merasa nyaman.
Ia juga menjelaskan bahwa Pantai Glagah memiliki kelebihan dengan lokasinya yang lebih luas sehingga bisa dimaksimalkan. “Lokasinya lebih luas sehingga membuat jumlah pengunjung bisa lebih banyak,” ujarnya.
Hal ini dianggap menjadi daya tarik lebih dibandingkan objek wisata di kawasan pegunungan yang memiliki keterbatasan jumlah pengunjung yang bisa ditampung.
Sebelumnya, Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo mengatakan bahwa akan dibangun taman di tepi laut di kawasan Pantai Glagah untuk meningkatkan daya tariknya.
Selain menarik wisatawan, diharapkan taman ini bisa menjadi lokasi rekreasi di sore hari bagi warga sekitar maupun warga Kulonprogo pada umumnya. Namun, pembangunan ini juga masih akan menunggu pembangunan bandara agar tidak tumpang tindih dan tetap sesuai.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Janice Tjen kalah dari Emma Navarro pada babak pertama French Open 2026 namun masih berpeluang tampil di nomor ganda putri.
Cara membuat lagu AI viral menggunakan Suno AI tanpa harus bisa bernyanyi atau memainkan alat musik.
Daftar mobil Jip bekas murah mulai Rp40 jutaan yang masih tangguh, cocok untuk harian hingga hobi off-road.
Daging kurban hanya aman 2 jam di suhu ruang menurut ahli pangan. Simak cara penyimpanan dan penanganan yang benar agar tetap aman dikonsumsi.
DPRD DIY godok Raperda Pengelolaan Perfilman guna hidupkan ekosistem sinema dari level kelurahan. Didukung penuh Sultan HB X demi RPJPD 2025-2045.