Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Api di Bromo
Kementerian Kehutanan terus mengintensifkan operasi terpadu untuk mengendalikan kebakaran hutan yang masih terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semer
Pilkada Jogja yang semula diwacanakan akan diikuti oleh KPH Wironegoro berakhir batal
Harianjogja.com, JOGJA-Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Wironegoro mengakui dirinya tidak mengembalikan formulir penjaringan bakal calon walikota dan wakil walikota Jogja melalui Partai Gerindra. Alasannya karena Suami dari Gusti Kanjeng Ratu Mangkubumi ini memiliki posisi sebagai dewan penasihat di Gerindra.
"Demi menjaga keadilan, menimbang kondisi sosial kultural politik,dan posisi saya sebagai dewan pengarah Pilkada DIY 2017, dengan ini saya memutuskan tidak mengembalikan formulir melanjutkan proses pencalonan Walikota Jogja," kata Wironegoro melalui pesan singkat, Senin (25/7/2016).
Pernyataan tersebut juga disampaikan kepada Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra melalui surat. Wironegoro tidak menjelaskan lebih jauh alasan pembatalannya selain yang disampaikan kepada partai.
Padahal dalam beberapa kesempatan dirinya siap maju dalam pemilihan walikota dan wakil walikota Jogja dalam pilkada serentak 2017 mendatang, jika masyarakat Jogja menghendakinya. Bahkan ia kerap mengkritik pola pembangunan di Jogja yang tidak sesuai dengan keistimewaan Jogja, di antaranya soal pembangunan hotel.
"Saya berharap pemimpin Jogja bisa memahami pesan kultural keistimewaan DIY," kata Wironegoro di kediamannya, 18 Maret lalu.
Namun saat itu dirinya masih membutuhkan banyak dukungan masyarakat, meski sudah banyak dukungan dari orms dan partai. Saat disinggung soal pernyataan Sultan Hamengku Buwono X bahwa Keluarga Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat dilarang mencalonkan diri, Wironegoro saat itu menyatakan bahwa dalam keluarga dirinya tidak pernah membicarakan soal politik.
"Di keluarga tak pernah ada pembahasan soal itu, dengan isteri saya aja enggak, apalagi dengan Ngarso Dalem," ujar Wironegoro yang juga menantu Sultan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kementerian Kehutanan terus mengintensifkan operasi terpadu untuk mengendalikan kebakaran hutan yang masih terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semer
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis15 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap dan tarif KRL Rp8.000.
DPRD Sleman mengimbau warga mengurangi pembakaran sampah, membatasi aktivitas luar ruang, dan menggunakan masker untuk mengurangi paparan debu dan asap.
Google merilis Gemini 4 Argon secara global untuk pengembang, perusahaan, dan pelanggan berbayar. Simak harga API, fitur, dan akses gratis terbatas.
Komisi B DPRD Kota Jogja mendorong penguatan City of Festival untuk memperpanjang lama tinggal wisatawan dan meningkatkan belanja di usaha lokal.
Kenali lima keterampilan mengemudi mobil, mulai dari parkir di ruang sempit, menghadapi tanjakan, menjaga jarak, memeriksa blind spot, hingga menangani ban boco