BANTUL EXPO : Sewa Lahan Bantul Expo Tak Masuk Kas Daerah

Bhekti Suryani
Bhekti Suryani Selasa, 02 Agustus 2016 01:20 WIB
BANTUL EXPO : Sewa Lahan Bantul Expo Tak Masuk Kas Daerah

JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto Pengunjung mengamati uang kuno yang dipamerkan dalam pameran numismatik dalam ajang Bantul Expo 2015 di Pasar Seni Gabusan, Bantul, DI. Yogyakarta, Senin (27/07/2015). Bantul Expo 2015 akan berlangsung hingga 5 Agustus 205 dan menghadirkan beragam potensi pertanian, pariwisata dan produk unggulan lokal agar lebih dapat dikenal masyarakat sehingga mampu bersaing di pasar ekonomi yang lebih luas.

Bantul Expo tahun ini dikelola oleh swasta

Harianjogja.com, BANTUL- Sewa menyewa kavling di area Bantul Expo (BE) 2016 di Pasar Seni Gabusan (PSG) belum memberi pendapatan bagi daerah. Sebanyak 96 kavling disewakan ke swasta.

Pengelolaan sewa menyewa stan di kegiatan akbar Bantul Expo tahun ini diserahkan ke pihak ketiga yaitu CV Ridho Pangestu. Sebelumnya, sewa menyewa kavling dikelola oleh Humas Pemkab Bantul.

“Kami mengajukan proposal untuk mengelola stan Bantul Expo,” ungkap Bambang Gunawan, pemilik CV Ridho Pangestu, Senin (1/8/2016).

CV Ridho Pangestu bertugas menyediakan tenda, listrik, mengelola kebersihan dan keamanan. Pihak ketiga menawarkan harga sewa kavling sebesar Rp800.000 per unit berukuran 12 meter persegi.

Hingga saat ini, Bambang menyebut, ada sebanyak 96 kavling yang telah disewa masyarakat untuk menjual berbagai barang pada event Bantul Expo 2016. Alhasil total keuntungan yang didapat dari sewa menyewa stan swasta tersebut sebesar Rp76.,8 juta.

Namun Bambang memastikan, tidak ada retribusi atau sebagian pendapatan yang disetor ke kas daerah Pemkab Bantul selaku pihak yang saat ini memiliki PSG. Ia beralasan, penghasilan yang didapat dari sewa menyewa sangat minim, selain alasan belum adanya aturan yang jelas soal retribusi atau setoran pendapatan persewaan kavling.

“Apanya yang mau dibayar untuk retribusi. Sewa tenda saja sudah Rp300.000, listrik Rp200.000 lainnya masih harus menjaga kebersihan dan keamanan. Balik modal saja belum tentu,” ungkapnya lagi.

Menurut Bambang, harga sewa kavling pada event Bantul Expo sangat murah bila dibanding di daerah tetangga seperti Sleman. Ia mengklaim sewa kavling di Sleman pada acara serupa mencapai hingga Rp1,5 juta atau dua kali lipat.

“Kami ikut juga hanya untuk berpartisipasi saja,” tutur dia. Ke depan kata dia, pemerintah perlu mempertimbangkan kenaikan sewa kavling pada kegiatan Bantul Expo.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis