Analisis Stokastik Dirintis di Universitas Sanat Dharma
Analisis Stokastik masih belum berkembang karena kurang dipergunakan
Harianjogja.com, SLEMAN-Cabang Matematika yang mempelajari penghitungan yang bersifat acak atau ketidakpastian yakni analisis Stokastik, perlu dikembangkan di Indonesia.
Ketua Program Studi Matematika Universitas Sanata Dharma Hartono mengatakan, cabang stokastik dapat digunakan utnuk menjelaskan fenomena yang bisa berubah dari waktu ke waktu dan mengandung ketidakpastian.
Ia mencontohkan tentang menjelaskan perubahan cuaca. Di Indonesia, analisis ini belum berkembang karena kebanyakan yang berkembang adalah cabang ilmu Matematika yang bersifat teoritis, belum cabang Matematika yang aplikatif.
"Namun secara teori, analisis stokastik ini lebih susah juga mempelajarinya," kata dia, Senin (1/8/2016).
Hartono menyebutkan, tidak semua fenomena yang terjadi di alam bersifat pasti. Bagian dari analisis stokastik dalam Matematika yang kita kenal beberapa di antaranya Statistika, dan Peluang. Bukan hanya bisa diaplikasikan untuk meramal perubahan cuaca, analisis Stokastik selama ini juga digunakan dalam analisis kurs, saham, dan pergerakan ekonomi.
Salah seorang dosen Matematika USD Herry Pribawanto Suryawan menuturkan, analisis stokastik justru sudah populer dan sering diterapkan dalam keseharian di negara-negara Eropa. Karena belum populer, maka jumlah ahli atau matematikawan stokastik di Indonesia juga masih dapat dihitung dengan jari.
Hal tersebut di atas, kemudian melatarbelakangi USD menyelenggarakan South East Asian Mathematical Society (SEAMS) School 2016 dengan mengusung tema Topics in Stochastic Analysis, pada 3 hingga 11 Agustus 2016 mendatang.
Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada sekitar 47 peserta dari negara-negara Asia Tenggara untuk mengikuti sebuah kelas khusus untuk mempelajari analisis stokastik, bersama pengajar-pengajar ahli di bidang stokastik, yang berasal dari sejumlah universitas di Eropa dan Indonesia. Misalnya Prof.Jose Luis da Silva dari University of Madeira, Portugal, Kristine Joy E.Carpio dari De La Salle University, Manila dan Dumaria Rulina dari Institut Teknologi Bandung.
Lelaki yang sekaligus merupakan panitia SEAMS 2016 itu menambahkan, meskipun kegiatan ini diperuntukkan bagi peserta dari Asia Tenggara, diketahui ada peserta dari Jepang dan Pakistan yang mendaftar dan juga lolos seleksi menjadi peserta SEAMS 2016. Mereka akan mendapatkan materi stokastik mulai dari materi dasar, Matematika Keuangan dan Asuransi, dan beberapa materi lainnya.
"USD ingin memberikan kontribusi dan menjalin kolaborasi dalam mengembangkan analisis stokastik. Target kami adalah peserta bisa memperoleh pengetahuan dasar tentang ilmu ini dan dapat menerapkannya di manapun," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Share