Stadion Piala Dunia 2034 Arab Saudi Berpotensi Berkurang dari 15 Jadi 10
Arab Saudi dikabarkan meninjau ulang pembangunan lima stadion Piala Dunia 2034. Jika rencana berubah, jumlah venue berpotensi turun dari 15 menjadi 10.
Ilustrasi uang tunai rupiah. (Rahmatullah/JIBI/Bisnis)
Dana partai politik di DIY belum dicairkan oleh dua partai
Harianjogja.com, JOGJA -- Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DIY belum bisa memastikan apakah Partai Golkar dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mendapatkan bantuan dana partai politik (parpol) dari APBD DIY 2017.
Hal ini dikarenakan lembaga tersebut masih menunggu status dari kedua parpol yang beberapa waktu lalu mengalami "kisruh" internal.
Akibat "kisruh" tersebut, Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) belum mengeluarkan SK resmi kepengurusan atau status dibekukan.
Kepala Kesbangpol DIY Agung Supriyono mengungkapkan, pada APBD 2016, Partai Golkar dan PPP belum bisa mencairkan bantuan dana parpol karena "kisruh" internal yang dialami keduanya.
Padahal, APBD DIY 2016 telah ditentukan pada akhir 2015. Adapun besaran dana untuk Partai Golkar dan PPP, Agung enggan mengungkapkan.
"Intinya kami cairkan jika kelembagaannya sudah jelas. Saat ini kan masih banyak yang mengajukan kasasi. Jadi kami tunggu keputusan untuk pencairan," ujarnya di Kepatihan, Jogja, Senin (1/8/2016).
Terhambatnya pencairan dana bantuan parpol untuk Partai Golkar dan PPP pada tahun ini adalah kali kedua. Sebelumnya, pada 2015 kedua parpol ini gagal mendapatkan bantuan dana yang telah dianggarkan.
Sejatinya, pada tahun tersebut, Partai Golkar mendapatkan dana Rp131 juta dan Rp78 juta untuk PPP. Akan tetapi, karena "kisruh" internal terjadi, maka anggaran gagal dicairkan. Alhasil, Kesbangpol memilih mengembalikan dana itu ke kas negara atas pertimbangan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
"Begitu juga untuk tahun ini. Jika sudah ada kejelasan dan putusan kami akan cairkan," tandas dia.
Ia memaparkan, besaran dana bantuan untuk parpol selalu berubah tiap tahun.
Menurut Agung, besaran dana parpol tiap tahun berubah. Meskipun demikian ada perhitungan yang digunakan pada 2016 untuk penentuan besaran dana, yakni hitungan kursi di DPRD.
"Untuk besarannya, saya tidak begitu hapal," ungkap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Arab Saudi dikabarkan meninjau ulang pembangunan lima stadion Piala Dunia 2034. Jika rencana berubah, jumlah venue berpotensi turun dari 15 menjadi 10.
Polisi memastikan ledakan di Pasar Cimanggis, Ciputat, bukan berasal dari bom. Dua orang meninggal dunia dan 11 lainnya mengalami luka-luka.
BP BUMN dan Danantara menyiapkan investasi Rp581 miliar untuk transformasi RSPP menjadi Indonesia Hospital dengan target penyelesaian pada pertengahan 2028.
Harga cabai merah besar dan rawit hijau di Sleman naik pada pekan kedua Oktober 2026. Harga rawit merah justru turun.
Peringatan Pertempuran 5 Hari Semarang di Tugu Muda dimeriahkan fragmentasi teater, lagu perjuangan, pembacaan sejarah, dan kembang api.
Perpres Nomor 27 Tahun 2026 mengatur biaya aplikasi ojol maksimal 8%, perjanjian kemitraan, jaminan sosial, dan layanan pengaduan.