Dari Jogja, Tidar Siapkan Calon Pemimpin Muda untuk 2029
Tidar DIY memperkuat kaderisasi anak muda melalui Tunas 3 dan Musda untuk menyiapkan calon pemimpin serta menjaga persatuan di Jogja.
Pencurian Sleman terjadi di Berbah dan Depok.
Harianjogja.com, SLEMAN - Tindak pidana pencurian dengan modus pecah kaca mobil kembali terjadi di Sleman. Peristiwa itu menimpa seorang warga Boyolali yang sedang memarkir mobil di depan sebuah warung makan di kawasan Tegaltirto, Berbah, Sleman, Selasa (2/8/2016) malam. Modus serupa juga terjadi di depan Balai Desa Caturtunggal, Depok dalam waktu berurutan kurun waktu dua jam.
Peristiwa pertama menimpa Surata, 49, warga Ngrancah RT09/RW02, Pusporenggo, Kemusuk, Boyolali. Sekitar pukul 19.00 WIB, ia memarkir mobil Toyota Avanza nopol AD 8683 BM miliknya, di depan sebuah warung makan.
"Korban kebetulan sedang makan malam di warung tersebut," terang Kanit Reskrim Polsek Berbah AKP Mujiman, Rabu (3/8/2016).
Mujiman menambahkan, saat korban selesai makan di warung tersebut, dikagetkan dengan kondisi kaca mobil bagian belakang sisi kanan yang pecah berantakan. Korban menyadari, baru saja ada pelaku pencurian yang membobol mobilnya dengan modus memecahkan kaca. Sebuah tas yang sebelumnya diletakkan di jok mobil bagian belakang pun sudah hilang. Tas tersebut berisi uang tunai Rp11 juta, tiga eksemplar buku tabungan, USB Merk Toshiba berisi data-data penting, seragam kantor PDAM Boyolali dan laptop merek HP.
"Sesuai laporan kalau ditotal kerugiannya sekitar Rp16 juta. Saat ini masih dalam penyelidikan kami," ungkap dia.
Kasus serupa juga menimpa korban Nur Widya Heru Cahyono yang memarkir motornya di Demangan Baru, tepatnya di sebelah timur Balai Desa Caturtunggal, Depok, Sleman. Pada Selasa (2/8/2016) sekitar pukul 22.00 WIB, korban mendapati kaca mobil bagian belakang sisi kiri sudah pecah. Barang berharga yang hilang yaitu akte kelahiran dan kartu keluarga, kebetulan tersimpan dalam sebuah tas di jok mobil.
Kapolsek Depok Barat Kompol Sodikin Fahrojin menyatakan, korban pecah kaca di Caturtunggal tidak secara resmi melaporkan kasus tersebut. Korban hanya minta surat kehilangan untuk mengurus surat penting yang raib dibawa kabur pencuri.
"Pada pekan lalu juga ada laporan masuk terkait pecah kaca," terangnya.
Terpiaah Kasat Reskrim Polres Sleman AKP Sepuh Siregar menyatakan, pihaknya turut membantu penyelidikan kedua kasus tersebut. Selain itu, ia mengimbau kepada warga masyarakat jangan meninggalkan tas atau barang berharga lainnya di dalam mobil. Para pelaku pecah kaca biasanya menyasar mobil yang didalamnya terdapat sesuatu barang.
"Sebaiknya jangan meninggalkan barang berharga selama kendaraan ditinggalkan di parkiran. Bisa dititipkan ke tukang parkir untuk mengawasi keamanan kendaraannya," imbau dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tidar DIY memperkuat kaderisasi anak muda melalui Tunas 3 dan Musda untuk menyiapkan calon pemimpin serta menjaga persatuan di Jogja.
Telkom melihat pemanfaatan Graha Merah Putih oleh BGN sebagai peluang optimalisasi aset dan membuka bisnis baru lewat layanan digital.
iPhone Duo diproyeksikan menguasai 24,8% pasar HP lipat global pada 2026 dengan pengiriman sekitar 5 juta unit.
Beasiswa Cendekia Baznas 2026 dibuka di 246 kampus. Mahasiswa bisa mendapat subsidi UKT hingga Rp7 juta per semester.
Trump membuka peluang produsen mobil listrik China membangun pabrik di AS dengan syarat mempekerjakan tenaga kerja Amerika.
Bek PSS Sleman Christophe Nduwarugira tak gentar menghadapi Dimitar Mitkov yang mencetak brace pada laga debutnya bersama Madura United.