Kabut Asap Tunda 12 Penerbangan di Bandara Pekanbaru
Kabut asap menyebabkan 12 penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru tertunda. Jarak pandang membaik menjadi 3.000 meter pada 13 Oktober 2026.
Air bersih Sleman dari PDAM dikeluhkan
Harianjogja.com, SLEMAN- Sejumlah pelanggan mengeluhkan layanan yang diberikan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sleman. Selain sering macet, air yang keluar juga keruh, berwarna kehitaman dan berbau karat.
"Air pam [PDAM] di rumahku kayak kopi. Super hitam sekali. Warnanya mengalahkan kopi hitam. Poll lah hitamnya," ungkap kesal Atiek Fawziyah, warga Purwomartani, Kalasan, Sleman, Jumat (12/8/2016).
Sebagai pelanggan dan warga, dia merasa terganggu dengan kondisi tersebut. Pasalnya, air PDAM yang diterimanya dinilai tidak laik pakai baik untuk mandi, masak apalagi konsumsi. Ironisnya, kata Atiek, sudah tiga bulan ini, PDAM menerapkan kenaikan tarif.
"Kenaikan tarif PDAM itu tanpa pemberitahuan sebelumnya. Saya baru tahu pas mau bayar [tagihan], baru tahu kalau naik. Terus saya harus bagaimana?" keluhnya.
Hal senada disampaikan Diana, warga Bimomartani, Ngemplak. Sudah hari terakhir, air PDAM tidak mengalir ke rumahnya. Dampaknya, dia beserta kelurganya terpaksa mengungsi ke sanak saudara untuk melakukan aktivitas, mandi, dan memasak air. "Mati sejak Selasa lalu, baru hari ini [Jumat] air kembali mengalir. Tapi bau kaporit kadang bau karat," ujarnya.
Diakuinya, meski sudah seringkali mengadukan masalah tersebut ke PDAM kasus serupa tetap saja terjadi. Alasan yang diutarakan PDAM, katanya, masih sama dengan alasan sebelum-sebelumnya. "Alasannya sama, ada kerusakan jaringan pipa. Tapi kok yo sering terjadi. Itu yang membuat kami kesal, padahal tarifnya sudah naik," keluhnya.
Mengherankan lagi, lanjut Diana, tagihan yang dibebankan kepada pelanggan tidak berbeda. Baik saat kondisi air lancar, maupun saat terjadi kemacetan. "Harusnya tarif yang dibebankan berkurang karena kami tidak memanfaatkan air PDAM. Alasannya, kalau kran pada meteran air tidak ditutup, meteran akan tetap berjalan," tuturnya.
Terpisah, Direktur PDAM Dwi Nurwata mengatakan, permasalahan tersebut terjadi karena ada pembersihan pompa air PDAM di lokasi tersebut. "Mungkin proses pengurasannya masih kurang bersih sehingga air yang mengalir keruh. Secepatnya kami akan menangani masalah itu," kata Dwi.
Selain pembersihan dan pengurasan jaringan pipa PDAM, pihaknya mendapati beberapa proyek pembangunan drainase yang dilakukan sejumlah instansi juga merusak jaringan pipa perusahaan tersebut. Akibat kebocoran dan kerusakan pipa, PDAM merasa dirugikan.
"Kalau ada kerusakan tim langsung memonitor dan memperbaikinya. Saat ini kami jalin komunikasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kabut asap menyebabkan 12 penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru tertunda. Jarak pandang membaik menjadi 3.000 meter pada 13 Oktober 2026.
Kelurahan Patangpuluhan, Jogja, melatih warga mengolah galon bekas dan kain perca menjadi kerajinan bernilai jual untuk mengurangi sampah.
Menteri Imipas Agus Andrianto menjatuhkan sanksi kepada sejumlah pegawai yang diduga terlibat jual beli remisi narapidana.
Kapolri Suyudi Ario Seto meminta MUI Pusat mengkaji fatwa haram vape menyusul ancaman peredaran narkotika cair melalui rokok elektrik.
DPAD DIY bersama DPRD DIY mendorong penguatan literasi dan pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan daya saing UMKM serta mengembangkan potensi wisata lokal di
Nusron Wahid kembali mangkir dari pemeriksaan KPK. Penyidik mempertimbangkan pemanggilan ulang hingga jemput paksa dalam kasus Rp106,3 miliar.