Harga BBM 15 Oktober 2026, Pertamax Rp15.950 per Liter
Harga BBM 15 Oktober 2026 di Pertamina, BP, Vivo, dan Shell tidak berubah. Pertamax Rp15.950, Pertalite Rp10.000 per liter.
Kasus DBD Sleman harus diwaspadai karena adanya musim kemarau basah membuat nyamuk aedes aegypti untuk berkembangbiak
Harianjogja.com, SLEMAN- Masyarakat diimbau mewaspadai penyebaran demam berdarah dangue (DBD) selama musim kemarau basah. Pasalnya, musim ini menjadi waktu favorit bagi nyamuk aedes aegypti untuk berkembangbiak.
Hal itu diutarakan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Mafilindati Nuraini. Dia menjelaskan, cuaca panas yang diselingi hujan merupakan waktu favorit untuk perkembangbiakan nyamuk pemicu DBD, aedes aegypt.
"Kami imbau masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan di lingkungan masing-masing dan menggiatkan lagi pemberantasan sarang nyamuk," kata Linda sapaan akrabnya, Jumat (12/8/2016).
Sejak Januari hingga Agustus ini, Dinkes mencatat sudah 556 kasus DBD di masyarakat. Meski menyerang ratusan warga, namun Linda mengklaim jika jumlah kasus DBD tahun ini turun dibandingkan sebelumnya. Bahkan setiap bulan kasusnya cenderung menurun.
"Kalau saat ini kasus DBD muncul lagi karena kondisi saat ini masih hujan," kata Linda.
Dinkes mencatat, ada lima kecamatan dengan jumlah kejadian DBD tergolong tinggi. Kelima kecamatan itu meliputi Depok dengan 91 kasus, Gamping (74 kasus), Godean (71 kasus), Kalasan (70 kasus), dan Mlati (59 kasus). Akibat serangan DBD, tercatat sebanyak tujuh orang meninggal dunia, baik di Gamping, Seyegan, Mlati, Kalasan maupun Berbah.
"Kasus tertinggi memang di Depok. Ini karena jumlah penduduk dan permukiman di wilayah ini tinggi. Meski kasusnya tinggi, kami tidak menemukan pasien DBD yang meninggal dunia. Begitu terserang gejala DBD, langsung ditangani," katanya.
Menurutnya, adanya pasien DBD yang meninggal dunia disebabkan penanganannya terlambat. "Saat ditangani kondisinya sudah terlambat. Untuk itu, kami menghimbau jika ada anggota keluarga yang demam tinggi segera ditangani. Jangan menunggu terlalu lama," harap Linda.
Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinkes Sleman, Novita Krisnaeni menambahkan, puncak kasus DBD terjadi pada Februari lalu. Dinkes mencatat, penyakit berbahaya tersebut menyerang 131 warga. "Setelah itu, jumlah kasusnya menurun," jelas dia.
Masyarakat, katanya, harus menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Sampai saat ini pihaknya masih terus menggalakan gerakan juru pemantau jentik. "Jika melihat ada genangan air, sebaiknya langsung dibuang. Masyarakat harus memerhatikan lingkungan sekitar," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Harga BBM 15 Oktober 2026 di Pertamina, BP, Vivo, dan Shell tidak berubah. Pertamax Rp15.950, Pertalite Rp10.000 per liter.
Kelurahan Patangpuluhan, Jogja, melatih warga mengolah galon bekas dan kain perca menjadi kerajinan bernilai jual untuk mengurangi sampah.
Menteri Imipas Agus Andrianto menjatuhkan sanksi kepada sejumlah pegawai yang diduga terlibat jual beli remisi narapidana.
Kapolri Suyudi Ario Seto meminta MUI Pusat mengkaji fatwa haram vape menyusul ancaman peredaran narkotika cair melalui rokok elektrik.
DPAD DIY bersama DPRD DIY mendorong penguatan literasi dan pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan daya saing UMKM serta mengembangkan potensi wisata lokal di
Nusron Wahid kembali mangkir dari pemeriksaan KPK. Penyidik mempertimbangkan pemanggilan ulang hingga jemput paksa dalam kasus Rp106,3 miliar.