REAKTOR NUKLIR BABARSARI : BPBD Rintis Kampung Tangguh Bencana Nuklir di Kawasan Reaktor

Kamis, 01 September 2016 14:20 WIB
REAKTOR NUKLIR BABARSARI : BPBD Rintis Kampung Tangguh Bencana Nuklir di Kawasan Reaktor

HARIANJOGJA/GIGIH M. HANAFI KUNJUNGI REAKTOR NUKLIR-- Menteri Riset dan Teknologi (menristek), Gusti Muhammad Hatta (dua kanan) beserta istri dan di dampingi sejumlah staf dari Badan Tenaga Nuklir Nasional (batan) melihat sistem kerja Reaktor Kartini di Kompleks BATAN, Jl. Babarsari, Catur Tunggala, Depok, Sleman, Senin (6/2). Reaktor yang di bangun pada tahun 1979 tersebut berfungsi sebagai riset dan penelitian mahasiswa, dan para peneliti BATAN yang ingin berlatih menangani masalah reaktor.

Reaktor nuklir Babarsari Sleman disikapi BPBD dengan merintis kampung tangguh bencana

Harianjogja.com, SLEMAN- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY akan merintis kampung tangguh bencana di sekitar instalasi reaktor nuklir milik Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) di Babarsari, Caturtunggal, Depok, Sleman.

Kepala Pelaksana BPBD DIY, Krido Suprayitno menjelaskan, pengukuhan kampung tangguh bencana instalasi reactor nuklir di sekitar BATAN itu menjadi bagian dari strategi mitigasi bencana.

Masyarakat dapat mengantisipasi kemungkinan terjadinya kebocoran bahan nuklir.  Menurutnya, instalasi nuklir di BATAN selama ini dibangun dan memenuhi standar keselamatan dan operasional.

“Meski begitu, tetap dibutuhkan upaya antisipasi. Jika terjadi kegagalan teknologi, masyarakat sudah siap menghadapinya,” jelasnya kepada wartawan, Rabu (31/8/2016).

Dia mengatakan, dibutuhkan kewaspadaan dan peran aktif masyarakat sekitar dalam kegiatan pengurangan resiko bencana, terutama akibat kegagalan teknologi. Baginya, kedaruratan akibat kegagalan teknologi membutuhkan penanganan yang lebih spesifik.

“Apalagi jika hal itu terjadi di kawasan permukiman yang padat. Maka itu, kami bentuk kampung tangguh bencana di sini," kata Krido.

Wilayah Caturtunggal, katanya, perlu diprioritaskan menjadi kampung tangguh bencana tingkat perkotaan. Oleh karenanya, pihaknya akan terus memupuk kesiapsiagaan masyarakat jika sewaktu-waktu terjadi bencana.

“Pencanangan kampung tangguh bencana ini harus disertai oleh berbagai aktivitas simulasi. Dengan proses tersebut maka kesadaran warga menghadapi bencana akan muncul  dengan sendirinya,” katanya.

Menurut dia. BPBD DIY akan menggelar latihan penanganan kedaruratan bencana nuklir secara lintas sektoral. Selain BATAN, pihaknya juga menggandeng BPBD  Sleman, aparat Kodim, Polres, dan masyarakat sekitar. Rangkaian keiatan latihan terdiri atas beberapa bagian. Yakni, Table Top Exercise (TTX), Command Post Exercise (CPX), Field Training Exercise (FTX), hingga After Action Review (AAR).

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online