Anggaran Transfer ke Daerah Turun, Ekonom Soroti Resentralisasi
Anggaran Transfer ke Daerah turun dari Rp848,52 triliun pada 2025 menjadi Rp727,2 triliun pada 2026. Ekonom menyoroti risiko resentralisasi.
Demo mahasiswa UGM digelar sebagai bentuk ketidakpuasan atas pemilihan Dekan Fakultas Hukum
Harianjogja.com, JOGJA - Kisruh seleksi pemilihan Dekan Fakultas Hukum (FH) Universitas Gadjah Mada (UGM) semakin memanas. Setelah Selasa (13/9/2016) lalu para dosen melakukan aksi demonstrasi, kini aksi serupa juga dilakukan mahasiswa fakultas itu.
Ratusan mahasiswa FH ramai-ramai mendatangi Balairung, UGM untuk menyatakan sikap atas terjadinya kegaduhan dalam pemilihan pimpinan fakultas mereka.
Para mahasiswa menyesalkan keputusan Rektor UGM Dwikorita Karnawati yang dianggap telah menganulir Sigit Riyanto sebagai dekan terpilih di tingkat fakultas.
Aksi mahasiswa dimulai pukul 14.15 WIB. Mereka berjalan dari Fakultas Hukum kemudian menuju Balairung untuk menyampaikan aspirasi secara langsung ke rektor.
Di Balairung para mahasiswa menyampaikan orasi yang intinya menganggap demokrasi di kampus mereka telah mati. Beragam sarana mulai dari poster ungkapan keberatan atas sikap rektor hingga karangan bunga tanda duka cita dibentangkan di lokasi unjuk rasa.
Orasi awalnya berlangsung di depan halaman Balairung. Selang 20 menit kemudian, mahasiswa merangsek masuk ke dalam Balairung. Di sinilah mereka menyurakan orasi penyesalan atas sikap rektor UGM dalam seleksi Dekan FH UGM.
Bersambung halaman 2
Mahasiswa pun ingin menemui Dwikorita. Sayang, rektor tidak ada di tempat.
"Rektornya ternyata sedang tidak ada di tempat kerja kawan-kawan. Dia [Dwikorita] lebih memilih berada di hotel [University Club]. Kita tunggu saja di sini. Nanti jika tidak kunjung datang kita jemput paksa," kata pimpinan aksi saat berorasi di depan para mahasiswa.
Selama hampir satu jam orasi mahasiswa berlangsung.
Koordinator aksi Abdul Adhin Azzhuri mengungkapkan, kehadiran para mahasiswa dalam aksi unjuk rasa ini sebenarnya merupakan aksi netral.
"Terhadap hasil seleksi calon Dekan ini, kami kembali menemukan kejanggalan," paparnya kepada wartawan di sela-sela berlangsungnya aksi unjuk rasa.
Selanjutnya dia mengungkapkan, kondisi ini sangat mengganggu kondusivitas iklim belajar di Fakultas Hukum, apalagi setelah terjadinya aksi mimbar para dosen pada Selasa lalu.
Dia menganggap, intervensi Rektor UGM dalam seleksi pemilihan Dekan FH ini telah menyebabkan kegaduhan di fakultas sehingga proses belajar mahasiswa menjadi terganggu.
"Kami menuntut kepada Ibu Rektor? untuk menjamin kembalinya suasana kondusif di Fakultas Hukum," tandasnya.
Pantauan koran ini hingga pukul 15.00 WIB, Dwikorita juga tidak menemui para mahasiswa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Anggaran Transfer ke Daerah turun dari Rp848,52 triliun pada 2025 menjadi Rp727,2 triliun pada 2026. Ekonom menyoroti risiko resentralisasi.
DJP mencatat 5.600 wajib pajak masuk cakupan pajak minimum global dengan tarif 15%. Pemerintah menghadapi tantangan penerimaan dan daya saing investasi.
BGN menginvestigasi dugaan penganiayaan di KPPG Bogor dan menyiapkan sidang etik kepegawaian terhadap terduga pelaku berinisial GD.
Generasi muda Gunungkidul diajak peduli kesehatan jiwa melalui Ruang Cerita Orang Muda. Pemkab juga menggandeng 11 mahasiswa UGM untuk layanan konseling.
Protes biaya hidup di Prancis pada 17 Oktober 2026 dilaporkan berujung kerusuhan. Sekitar 1.200 orang ditangkap menurut naskah sumber.
Polri menyiapkan 70.000 polisi hutan sesuai arahan Prabowo untuk memperkuat perlindungan hutan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan.