Jembatan Kretek Dua Bakal Diimbangi Pengembangan Wisata
Pilkada Kulonprogo, masing-masing partai mulai menentukan balon.
Harianjogja.com, KULONPROGO -- DPC Partai Gerindra Kulonprogo masih menunggu hasil rekomendasi untuk bakal calon bupati dan wakil bupati yang akan diusung pada pilkada 2017. Pengurus partai mengajukan nama Zuhadmono dan Budiono sebagai bakal calon bupati kepada DPD Gerindra DIY.
Penyerahan kedua nama tersebut telah dilakukan pada 9 September lalu. Ketua DPC Gerindra Kulonprogo, Heri Sumardiyanta menjelaskan nama yang diusulkan merupakan hasil seleksi dari pengurus partai di jajaran DPC. Pihaknya berharap rekomendasi segera dikeluarkan terkait jadwal pendaftaran pasangan calon yang semakin dekat.
“Kami berharap rekomendasi sudah ada perkembangan pada 17 September nanti,” jelasnya ketika dihubungi, Jumat (16/9/2016).
Gerindra akan menjalin koalisi dengan PKB karena keterbatasan kursi di DPR yang dimiliki. Heri mengatakan semestinya pengurus DPD melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak terkait nama yang diusulkan. Pihak-pihak tersebut salah satunya partai koalisi guna membahas nama yang akan diusung.
Zuhadmono Ashari sendiri merupakan tokoh masyarakat di Kulonprogo dan dikenal sebagai pengusaha angkutan. Sebelumnya, ia juga sempat maju dalam pilkada Kulonprogo lalu meski menuai kekalahan.
Sebelumnya, Ketua Desk Pilkada DPC PKB Kulonprogo, Sihabudin membenarkan PKB sudah menandatangi kerjasama dengan Partai Gerindra dan Demokrat. Masing-masing partai masih melakukan tahapan di internal partai. Pihaknya sendiri telah menggelar Musyawarah Kebangkitan untuk menenetukan nama yang akan diusung dalam pilkada 2017. Meski demikian, hingga saat ini calon yang akan diusung masih terus dalam pembahasan.
Musyawarah Kebangkitan sendiri dihadiri oleh sejumlah nama calon bupati dan wakil bupati yang mendaftar. Wakil Ketua DPC PKB Kulonprogo, Sholeh Wibowo mengatakan bahwa setidaknya ada 11 nama yang telah mendaftar untuk maju dalam pilkada Kulonprogo 2017 mendatang.
Nama tersebut antara lain Mulyono, Brigjend Budiyono, Zuhadmono Ashari, Fidelis Indrarto, Sihabudin, Yusron Martofa, Nuraini, Soleh Wibowo, Endang dan Nasrudin. Sedangkan satu nama lagi Yani Ambar Tjahyono sudah mengambil berkas tetapi belum mengembalikan.
Dalam musyawarah ini, sejumlah kandidat harus memaparkan bisi dan misinya kepada pengurus partai di tingkat cabang dan ranting. “Ada sebelas nama yang diundang, tetapi ada yang izin sakit,” jelasnya.
Paparan inilah yang kemudian akan menjadi bahan penilaian oleh pengurus untuk menjadi penilaian ke DPW PKB DIY. Setelah itu, penilaia kemudian akan dilanjutkan ke DPP untuk menghasilkan rekomendasi bagi pasangan yang akan diusung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Operasi Patuh 2026 digelar 8-21 Juni dengan fokus ETLE. Pelanggaran pelat nomor dan lalu lintas jadi sasaran utama.
Garebeg Besar Jogja 2026 digelar sederhana di Keraton. Sebanyak 4.000 ubarampe dibagikan kepada abdi dalem.
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian hari ini turun di semua ukuran. Simak daftar harga terbaru 28 Mei 2026.
Kebakaran gereja di Mimika Papua Tengah diduga akibat lilin tak dipadamkan. Bangunan ludes, kerugian capai ratusan juta.
Belanda umumkan 26 pemain untuk Piala Dunia 2026. Van Dijk jadi kapten, Depay pulih, Xavi Simons absen.