New York Dukung Jakarta Terbitkan Obligasi Rp5,6 Triliun
New York mendukung rencana Jakarta menerbitkan obligasi daerah Rp5,6 triliun pada 2027 untuk membiayai pembangunan infrastruktur.
Ratusan wisatawan mengantri untuk masuk ke dalam mulut gua obyek wisata Gua Pindul yang berada di dusun Gelaran, Bejiharjo, Karangmojo, Gunungkidul, Jumat (6/5/2016). (Mayang Nova Lestari/JIBI/Harian Jogja)
Wisata Gunungkidul mendatangkan jutaan orang bagi warga setempat
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL— Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Gunungkidul diupayakan agar mampu membaca peluang pasar yang melimpah di Gunungkidul. Untuk itu, Pemkab Gunungkidul banyak lakukan langkah pembinaan pada sejumlah pengusaha UMKM.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan ESDM (Disperindagkop ESDM) Hidayat mengatakan sejauh ini mayoritas pengusaha di Gunungkidul didominasi oleh pelaku UMKM. Tercatat hingga September 2016 terdapat sekitar 30.000 UMKM yang masuk dalam data Disperindagkop ESDM Gunungkidul.
Pihaknya mengklaim selama ini UMKM yang tersebar di 18 kecamatan di seluruh Gunungkidul belum mampu menggaet peluang pasar yang cukup besar di Gunungkidul. Terlebih, saat ini Gunungkidul fokus terhadap perkembangan pariwisata, sehingga otomatis mendatangkan banyak wisatawan ke Gunungkidul.
“Wisatawan yang jumlahnya sampai jutaan datang setiap tahun. Itu harusnya jadi peluang bagi pelaku UMKM untuk membuka pasar,” kata Hidayat saat dijumpai di ruangannya, Kamis (6/10/2016).
Hidayat mengatakan, beberapa pelaku UMKM yang tak berkembang usahanya mengeluhkan persoalan modal. Namun, menurutnya minimnya modal bukanlah hambatan seorang pelaku UMKM untuk sukses dan menjadi besar. Ia mengatakan, masyarakat hanya butuh sedikit perbaikan manajemen untuk mengelola usaha kecilnya menjadi besar dan menguntungkan.
“Memang beberapa harus diperbaiki, selama ini kami terus melakukan pembinaan kepada pelaku usaha di Gunungkidul,” tegas Hidayat.
Para pengusaha, lanjutnya, tak perlu kesulitan untuk mencari pasar. Mereka hanya perlu menentukan segmentasi mana yang sesuai dengan produk jualan mereka, atau sebaliknya, menentukan produk untuk kemudian disesuaikan dengan segmentasi. Hal itu dikarenakan wisatawan sudah datang dan ada di depan mata. Tinggal bagaimana para pelaku usaha mampu menangkapnya sebagai peluang pasar.
Meskipun begitu, Hidayat dan jajaran Disperindagkop ESDM saat ini terus mendata jumlah keseluruhan UMKM. Tahap selanjutnya yakni dengan membuat website khusus yang akan berisi data UMKM di Gunungkidul, berikut jenis usaha dan alamat usaha yang bersangkutan. Agar kedepannya pun mampu memudahkan pemasaran produk para UMKM.
Salah seorang pelaku UMKM Pantai Sadranan, Desa Sidoarjo, Gunungkidul, Harso mengatakan pihaknya mengapresiasi langkah pemkab yang memerhatikan pelaku usaha kecil. Ia mengaku siap untuk dapat lebih peka dan menangkap peluang pasar melalui wisatawan yang datang ke Gunungkidul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
New York mendukung rencana Jakarta menerbitkan obligasi daerah Rp5,6 triliun pada 2027 untuk membiayai pembangunan infrastruktur.
Manunggal Fair Kulonprogo 2026 digelar tanpa APBD dan melibatkan 125 UMKM lokal. Pengunjung hingga hari ketujuh melampaui 100 ribu orang.
Lionel Messi akan menjalani laga terakhir bersama Argentina melawan Benin. Lionel Scaloni memprediksi momen itu sangat emosional.
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis tersedia enam kali sehari dengan tarif Rp12.000. Simak jadwal pergi dan pulang selengkapnya.
Zinedine Zidane membela Cristiano Ronaldo yang disorot usai meninggalkan timnas Portugal dan mengenang kesuksesan mereka di Real Madrid.
Prakiraan cuaca Jogja hari ini 5 Oktober 2026 didominasi berawan. Suhu tertinggi mencapai 34 derajat Celsius di Kota Jogja.