RSPS Bantul Soroti Masalah Rujukan BPJS, Ini Kendala Sering Dikeluhkan
RSUD Panembahan Senopati Bantul menyoroti berbagai kendala sistem rujukan BPJS Kesehatan yang masih sering dikeluhkan pasien dalam layanan JKN.
Kartu Menuju Sejahtera menerapkan aturan baru tahun depan.
Harianjogja.com, JOGJA -- Mulai awal tahun depan, warga Kota Jogja yang selama ini menerima bantuan beras miskin (raskin) dari pemerintah tidak akan lagi menerima beras, melainkan dalam bentuk uang non-tunai melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) atau semacam voucher belanja.
“Tiap bulan mereka akan menerima uang non-tunai sebagai pegganti beras yang bisa dibelanjakan kebutuhan pangan sehari-hari di e-Waroeng,” kata Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi, Hadi Muhtar, saat dihubungi Minggu (9/10/2016).
Hadi mengatakan ada 16.031 kepala keluarga di Jogja penerima raskin. Selama ini bantuan raskin dalam bentuk beras sebanyak 15 kilogram. Namun, kedepan secara bertahap raskin akan diganti dengan uang masing-masing sebesar Rp110 ribu. Uang tersebut tidak diberikan langsung melainkan non tunai.
Penerima raskin hanya menerima kartu semacam kartu kredit yang setiap bulan diisi oleh pemerintah melalui Kementrian Sosial. Uang yang ada dalam kartu tersebut tidak akan hangus meskipun tidak habis dibelanjakan dalam sebulan, melainkan akan terakumulasi pada bulan berikutnya.
Menurut Hadi, penerima raskin bebas bisa membelanjakan selain beras, seperti gula pasir, minyak goreng, dan kebutuhan lainnya yang sudah disediakan di elektronik warung gotong royong atau e-Waroeng yang berlokasi di Bintaran Kidul, Mergangsan.
Untuk memudahkan akses KKS, kedepannya, Dinsosnakertrans Jogja akan memperbanyak e-Waroeng karena satu e-waroeng saat ini hanya mampu melayani sekitar seribu KKS. Rencananya dalam waktu dekat, e-Waroeng akan didirikan di wilayah Umbulharjo. “Kami ingin setiap kecamatan nantinya ada e-Waroeng,” ujar Hadi.
Kepala Dinas Sosial DIY, Untung Sukaryadi menyatakan tidak hanya di Kota Jogja, e-Waroeng juga akan dihadirkan Bantul, Sleman, Gunungkidul, dan Kulonprogo. Menurutnya, layanan e-Waroeng kedepannya juga tidak hanya menyediakan sembako, melainkan berbagai kerajinan masyarakat DIY.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RSUD Panembahan Senopati Bantul menyoroti berbagai kendala sistem rujukan BPJS Kesehatan yang masih sering dikeluhkan pasien dalam layanan JKN.
Wisata edukasi Madukismo mengajak pengunjung naik kereta lawas menyusuri pabrik dan melihat proses tebu hingga menjadi kristal gula.
Sebanyak 17.800 personel gabungan Polda Metro Jaya, Kodam Jaya dan Pemprov DKI mengamankan laga Persija vs Persib di GBK.
Abujapi DIY menyiapkan 21 asesor untuk menguji kompetensi sekitar 14.000 Satpam demi memperkuat keamanan pariwisata dan investasi.
Pemerintah Kabupaten Klaten mengalokasikan anggaran melalui APBD Perubahan 2026 untuk sejumlah program prioritas. Salah satunya penanganan sampah di TPA
Sebanyak 35 provinsi diberi ruang untuk membawa dan menawarkan produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) masing-masing dalam pameran