Wonogiri Putar Haluan Ekonomi, Pariwisata dan Ekraf Jadi Andalan Baru
Wonogiri mulai tinggalkan ketergantungan sektor pertanian, kini fokus kembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif untuk dongkrak ekonomi daerah.
Ketua Umum JIBB 2016 Didik Purwadi saat menyampaikan pemaparan tentang acara JIBB 2016 di Gedung Dekranasda DIY, Kompleks Kepatihan, Selasa (12/10/2016). (Holy Kartika N.S/JIBI/Harian Jogja)
Pameran di Jogja, Jogja International Batik Biennale (JIBB) 2016 ingin menanamkan pemahaman yang benar tentang batik
Harianjogja.com, JOGJA-Edukasi tentang batik penting untuk diperluas dan diperjelas kepada masyarakat umum. Melalui perhelatan Jogja International Batik Biennale (JIBB) 2016, pelaku batik, fashion dan pemerintah berupaya menanamkan pemahaman batik bukan sekadar komoditas ekonomi semata, tetapi juga sebagai bagian dari sebuah tradisi.
Ketua Umum JIBB, Didik Purwadi mengungkapkan selama ini masyarakat mengenal batik sebagai kain bermotif. Padahal, batik sesungguhnya terdiri dari proses yang panjang.
"Orang mengenal batik printing, namun sesungguhnya itu bukan batik, tetapi kain motif batik atau kain batik tiruan," ujar Didik ditemui usai jumpa pers JIBB 2017 di Gedung Dekranasda DIY, Kompleks Kepatihan, Selasa (11/10/2016).
Didik mengaku kecewa dengan perilaku para pedagang batik saat memamerkan produknya di sebuah pameran. Sebagian besar pelaku usaha batik belum bisa jujur dalam mengedukasi konsumen tentang perbedaan batik dan motif batik. Akibatnya, pemahaman masyarakat tentang batik sampai saat ini masih sangat dangkal.
Pihaknya berharap, melalui ajang JIBB tersebut, baik masyarakat, pelaku usaha maupun pegiat industri batik dapat lebih memahami tentang batik. Apalagi sebagai world heritage, batik juga memiliki pengaruh ekonomi yang besar bagi Jogja.
"Ke depan kami berusaha menciptakan sistem sertifikasi, sehingga selain perajin terlindungi, konsumen juga teredukasi," jelas Asisten Sekretaris Daerah Bidang Keistimewaan itu.
JIBB 2016 yang akan digelar mulai hari ini, Rabu (12/10/2016) akan berlangsung di Jogja Expo Center (JEC) dan rencananya akan dibuka oleh Mufidah Jusuf Kalla, isteri Wakil Presiden Jusuf Kalla.
Selain pameran batik, acara ini juga dimeriahkan dengan fashion show, International Symposiumof Jogja World Batik City, serta sejumlah workshop dari para pemerhati batik dari sembilan negara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wonogiri mulai tinggalkan ketergantungan sektor pertanian, kini fokus kembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif untuk dongkrak ekonomi daerah.
Polresta Jogja melengkapi berkas kasus dugaan kekerasan anak di daycare Little Aresha dengan 147 saksi dan 13 tersangka.
Pemkab Gunungkidul meminta dispensasi penggunaan solar untuk bus sekolah akibat kenaikan BBM nonsubsidi yang membebani anggaran operasional.
Debarkasi haji di YIA mulai disiapkan menyambut kepulangan jemaah pada 2 Juni 2026 dengan sistem tanpa asrama pertama di Indonesia.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
MR.D.I.Y. Art Competition 2026 hadir di Jogja lewat workshop seni. Seniman muda diajak berkarya dan tembus panggung internasional.