Jemaah Haji DIY Pulang Langsung dari YIA ke Daerah Asal

Khairul Ma'arif
Khairul Ma'arif Selasa, 26 Mei 2026 02:37 WIB
Jemaah Haji DIY Pulang Langsung dari YIA ke Daerah Asal

Ibadah haji oleh jemaah haji - Foto ilustrasi Freepik

Harianjogja.com, KULONPROGO—Debarkasi haji di Yogyakarta International Airport (YIA) mulai dipersiapkan untuk menyambut kepulangan pertama jemaah haji pada Selasa (2/6/2026) mendatang.

Fasilitas pendukung dan petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) telah disiapkan untuk melayani kedatangan kloter pertama di tanah air. Debarkasi YIA juga disebut memiliki sistem berbeda dibanding debarkasi lain di Indonesia.

Pelaksana tugas Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah DIY, Silvia Rosetti, mengatakan debarkasi YIA menjadi yang pertama di Indonesia karena jemaah haji tidak perlu berpindah ke asrama sebelum pulang ke daerah asal.

“Nah, ini tidak menggunakan asrama. Jadi langsung dari turun dari pesawat, masuk ke bandara. Ada room di bandara yang kami siapkan untuk pemeriksaan kesehatan, dokumen, hingga proses kepulangan ke daerah asal,” kata Silvia, Senin (25/5/2026).

Menurutnya, setelah pemeriksaan kesehatan dan penyerahan dokumen selesai, para jemaah akan diarahkan ke ruang pembacaan doa sebelum naik ke bus yang telah disediakan masing-masing daerah.

Silvia menjelaskan, apabila terdapat jemaah yang sakit atau membutuhkan penanganan lebih lanjut saat proses debarkasi, petugas akan merujuk ke fasilitas kesehatan terdekat seperti Puskesmas Temon atau RSUD Wates.

Namun, apabila kondisinya masih mungkin dan dapat ditangani di area bandara, maka penanganan dilakukan langsung tanpa perlu rujukan ke fasilitas kesehatan lainnya.

“Ruangan yang disiapkan itu untuk pengecekan suhu, administrasi keimigrasian seperti paspor dan dokumen perjalanan lainnya hingga pengisian All Indonesia,” lanjutnya.

Silvia menilai model debarkasi langsung di bandara tersebut membuat proses pemulangan jemaah menjadi lebih efektif karena memangkas perpindahan lokasi dan alur birokrasi.

“Jadi lebih efektif, tidak bertele-tele kebanyakan pindah-pindah, memangkas alur birokrasi,” ujarnya.

Selain itu, PPIH juga menyiapkan tenaga pendukung khusus untuk membantu pengambilan dan pengangkutan bagasi jemaah haji setibanya di YIA.

“Untuk pengambilan bagasi sudah kami siapkan juga tenaga pendukungnya untuk angkut-angkut,” katanya.

Setelah mendarat di YIA, jemaah haji akan diarahkan melalui apron seperti saat keberangkatan sehingga tidak mengganggu aktivitas penumpang umum di terminal kedatangan bandara.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online