Hiphop, Diplomasi yang Datang dari Jalanan
Program Next Level di Bantul menunjukkan jejak diplomasi hiphop sebagai medium ekspresi generasi muda dan dialog budaya lintas negara.
Gubernur DIY saat menandatangai prasasti penetepan Kawasan Terpadu Industri dan Pariwisata Piyungan di Taman Budaya Desa Srimulyo, Selasa (8/12/2015) siang. (Arief Junianto/Harian Jogja/JIBI)
Kawasan Industri Piyungan, antara pemdes dan warga belum mendapat kata sepakat.
Harianjogja.com, BANTUL -- Memasuki triwulan akhir 2016, pembebasan lahan untuk Kawasan Industri Piyungan (KIP) di Desa Srimulyo, Kecamatan Piyungan belum juga menunjukkan perkembangan. Dari total 105 hektar yang rencananya akan digunakan sebagai lokasi KIP, baru 15 hektar saja yang sudah digarap.
Diakui Kepala Desa Srimulyo Wajiran, sampai saat ini pihaknya memang belum memiliki solusi terkait pembebasan lahan tersebut. Pasalnya, beberapa lahan itu kini memang masih digarap oleh beberapa warga.
"Sedangkan yang 15 hektar tadi baru tahap perataan," katanya kepada wartawan, Rabu (12/10/2016).
(Baca Juga :http://cms.solopos.com/?p=760017"> KAWASAN INDUSTRI PIYUNGAN : 12 KK Bukan Tak Setuju, Tapi ..)
Sebenarnya, untuk keperluan pembebasan lahan itu, pihaknya sudah menyiapkan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Srimulyo sebesar Rp90 juta. Akan tetapi, hingga kini ia memang terganjal sejumlah persoalan negosiasi dengan warga.
“Terutama terkait dengan keberadaan kandang sapi,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polri menetapkan DR sebagai tersangka TPPU bersama Febrie Adriansyah. DR telah ditahan, sedangkan Febrie masih menunggu proses di Kejagung.
Jaksa Agung menunjuk Rudi Margono sebagai Plt Jampidsus. Simak profil, rekam jejak karier, dan harta kekayaannya.
Tren meningkatnya WNI melepas kewarganegaraan berpotensi memicu brain drain, dampak serius bagi Indonesia.
Menlu Sugiono menghadiri pemakaman Ayatollah Ali Khamenei di Iran sekaligus membahas kerja sama bilateral dan isu perdamaian dunia.
Netflix menyebut film keluarga Indonesia konsisten masuk Global Top 10 selama empat tahun terakhir dan diminati penonton lokal.