Nasabah Bersaldo Jumbo di DIY Bertambah
LPS catat simpanan besar DIY capai Rp15,95 triliun, namun kredit melambat akibat rendahnya permintaan.
Pelaku pembacokan, Devie Ramanda, di Mapolres Bantul. (Arief Junianto/JIBI/Harian Jogja)
Kriminal Bantul berupa pembacokan berhasil ditangkap pelakunya
Harianjogja.com, BANTUL-Polsek Kasihan kembali mengamankan pelaku kejahatan pembacokan. Kali ini, tindak kriminal pembacokan itu didasari oleh perampasan.
Rabu (19/10/2016) dini hari, petugas Unit Reskrim Polsek Kasihan mendatangi kediaman Devie Ramanda, 23 di kawasan Dusun Kembaran, Desa Tamantirto. Pemuda asli Kecamatan Pakualaman, Kota Jogja itu dicokok polisi lantaran terbukti baru saja melakuan pembacokan dan perampasan kepada salah satu mahasiswa yang tengah makan di warung burjo di Dusun Sabeman RT 06, Desa Ngestiharjo.
“Dia kami tangkap saat tertidur di rumah milik istrinya, di [dusun] Kembaran,” kata Kanitreskrim Polsek Kasihan AKP Endro Prasetyandoko saat ditemui di ruangannya, Rabu (19/10/2016) pagi.
Dijelaskannya, penangkapan itu dilakukan setelah ia mendapatkan laporan korban pembacokan bernama Anantama Riyantama, 19, mahasiswa yang tinggal di Dusun Rejodadi, Desa Ngestiharjo beberapa jam sebelum penangkapan.
Saat melapor, korban yang merupakan mahasiswa rantau asal Kalimantan itu sudah mengalami luka di bagian perutnya akibat sabetan senjata tajam milik pelaku.
Endro menuturkan, peristiwa pembacokan dan perampasan itu berawal ketika pelaku yang tengah dipusingkan lantaran tak memiliki uang sama sekali meminjam pedang milik kawannya, Yakub, yang merupakan seorang petugas keamanan di salah satu perusahaan di kawasan Jl.Abu Bakar, Kota Jogja.
“Sebelum meminjam pedang milik Yakub, pelaku menenggak minuman keras terlebih dulu. Barulah sekitar pukul 23.00 pelaku menjalankan aksinya,” kata Endro.
Sebelum menodong korban, pelaku sempat menodong pemilik warung burjo dan meminta uang sebesar Rp20.000 dengan alasan untuk membeli bahan bakar motorya. Tak segera diberi, ia lantas mengeluarkan sebilah pedang dari lengannya dan ia pukulkan ke meja warung. Lantaran takut, penjual pun akhirnya memberikan uang yang diminta pelaku.
Tak puas mendapatkan uang dari penjual, pelaku lantas mengarahkan todongannya ke arah korban yang ketika itu tengah makan. Saat melihat ada ponsel merk iPhone 6 milik korban tergeletak di meja, pelaku sontak memintanya.
“Tapi dia [korban] sempat tak membolehkan. Kami sempat berebut ponsel itu, tak menunggu lama, saya sabetkan saja pedang itu ke arah perutnya. Setelah mendapatkan ponsel itu saya kabur pulang. Belum sempat menjual ponselnya, sudah tertangkap,” kata pelaku saat ditemui kantor Polsek Kasihan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
LPS catat simpanan besar DIY capai Rp15,95 triliun, namun kredit melambat akibat rendahnya permintaan.
IHSG turun lebih dari 4 persen, Menkeu Purbaya yakin fundamental ekonomi kuat cukup menopang pasar saham Indonesia.
Silmy Karim jadi tersangka KPK. Intip LHKPN terbaru, koleksi mobil mewah dan klasik hingga aset ratusan miliar.
Jalan Kelok 23 sisi Bantul sudah 100 persen selesai. Akses penuh ditarget 2027, dilengkapi rest area dengan panorama laut.
DPR desak perbaikan tata kelola BGN usai kasus korupsi MBG. Dugaan mark up pengadaan capai triliunan rupiah.
Rupiah melemah ke Rp18.000 per dolar AS, BI tingkatkan intervensi pasar valas dan perkuat kebijakan moneter.