SLB Tunas Bhakti Bantul Direvitalisasi, DPRD Dorong Pendidikan Inklusi
SLB Tunas Bhakti di Pleret, Bantul, direvitalisasi Kemendikdasmen. DPRD Bantul mendorong pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus.
JJLS Kelok 23 - Foto ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Proyek pembangunan Jalan Kelok 23 yang menghubungkan wilayah Bantul dan Gunungkidul menunjukkan progres signifikan. Pemerintah Kabupaten Bantul memastikan pengerjaan ruas jalan di wilayahnya telah rampung sepenuhnya, membuka harapan baru bagi konektivitas dan pariwisata kawasan selatan.
Sekretaris Daerah Bantul, Agus Budi Raharja, mengungkapkan bahwa seluruh konstruksi Jalan Kelok 23 di sisi Bantul sudah selesai 100 persen. Namun, jalur tersebut belum bisa difungsikan secara penuh karena masih ada pekerjaan lanjutan di wilayah Gunungkidul.
“Untuk wilayah Bantul, pembangunan Kelok 23 sudah tuntas seluruhnya,” ujarnya, Kamis (4/6/2026).
Ia menjelaskan, pekerjaan yang masih tersisa berada pada ruas penghubung menuju Gunungkidul sepanjang sekitar satu kilometer. Pada segmen tersebut tidak hanya dilakukan pembangunan jalan baru, tetapi juga pelebaran badan jalan untuk meningkatkan kapasitas dan keamanan pengguna.
Berdasarkan informasi dari Satker PJN DIY, proyek ini ditargetkan rampung secara keseluruhan pada pertengahan 2027. Artinya, Jalan Kelok 23 baru bisa dioperasikan penuh setelah seluruh tahapan konstruksi selesai.
Tak hanya sebagai jalur penghubung strategis antara Bantul dan Gunungkidul, kawasan Kelok 23 juga diproyeksikan menjadi magnet wisata baru di wilayah selatan Jogja. Pemerintah telah menyiapkan titik rest area di jalur tersebut yang menawarkan panorama laut dari ketinggian perbukitan.
Agus mengaku telah meninjau langsung lokasi calon rest area tersebut. Dari titik itu, pemandangan laut selatan terlihat luas dan dinilai sangat potensial untuk menarik wisatawan.
“Pemandangan laut dari atas bukit sangat indah, ini bisa menjadi daya tarik tersendiri,” katanya.
Keberadaan rest area ini diharapkan tidak hanya menjadi tempat singgah, tetapi juga mampu menggerakkan roda ekonomi masyarakat. Aktivitas wisatawan diprediksi akan membuka peluang bagi pelaku UMKM lokal untuk berkembang, mulai dari kuliner hingga produk kerajinan.
Selain meninjau Kelok 23, Agus juga mengecek pelayanan di kawasan Pantai Parangtritis, khususnya di Tempat Pemungutan Retribusi (TPR). Ia memastikan kebijakan terbaru terkait retribusi sudah berjalan sesuai ketentuan.
Kini, wisatawan maupun warga yang hanya melintas menuju Gunungkidul tidak lagi dikenai retribusi saat melewati TPR Parangtritis. Kebijakan ini diharapkan dapat memperlancar mobilitas sekaligus meningkatkan kenyamanan pengguna jalan.
Dengan kombinasi infrastruktur baru dan potensi wisata yang menjanjikan, Jalan Kelok 23 diprediksi akan menjadi salah satu ikon baru penghubung Bantul–Gunungkidul sekaligus destinasi favorit di kawasan selatan Jogja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SLB Tunas Bhakti di Pleret, Bantul, direvitalisasi Kemendikdasmen. DPRD Bantul mendorong pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus.
Jadwal KA Bandara YIA Sabtu 5 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA serta waktu tempuhnya.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Sabtu 5 September 2026 tersedia 5 perjalanan PP. Cek jam keberangkatan dan informasi lengkapnya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 5 September 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Simak jadwal lengkap hingga tiba di Jogja.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 5 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun, tarif Rp8.000, dan cara pembayarannya.
OJK DIY menyebut judi online bisa mendorong masyarakat menggunakan pinjol. Outstanding P2P lending DIY capai Rp1,41 triliun.