Terjangkit Leptospirosis, 7 Warga Gunungkidul Meninggal Dunia
Kasus leptospirosis di Gunungkidul melonjak. Tujuh warga meninggal, Dinkes imbau masyarakat waspada dan jaga kebersihan.
Korban kejahatan/kecelakaan - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kecelakaan lalu lintas berujung maut terjadi di ruas Jalan KH Agus Salim, Kalurahan Kepek, Wonosari, Kamis (4/6/2026) pagi. Insiden ini menyebabkan satu pengendara sepeda motor meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara satu korban lainnya mengalami luka ringan.
Peristiwa tragis tersebut kini masih dalam penyelidikan intensif oleh Satlantas Polres Gunungkidul. Polisi bahkan tengah memburu kendaraan misterius yang diduga terlibat dalam kecelakaan tersebut.
Kasatlantas Polres Gunungkidul, AKP Priya Tri Handaya, menjelaskan kecelakaan bermula saat sepeda motor Honda Beat bernomor polisi AB 5413 QM yang dikendarai TMJ melaju dari arah Jogja menuju Wonosari. Saat itu, korban berboncengan dengan IBS.
Di depan motor korban, terdapat kendaraan lain yang identitasnya belum diketahui. Saat melintas di lokasi kejadian, motor yang dikendarai TMJ diduga oleng. Karena jarak yang terlalu dekat, tabrakan tak terhindarkan.
“Diduga kendaraan di depan tidak menyadari terjadi benturan, sehingga tetap melaju. Bisa jadi truk atau mobil,” ujar Priya.
Benturan keras mengakibatkan TMJ mengalami luka parah di bagian kepala dan meninggal dunia di tempat. Sementara pemboncengnya, IBS, hanya mengalami luka ringan dan masih menjalani perawatan sehingga belum bisa dimintai keterangan.
Hingga kini, polisi masih melakukan berbagai upaya untuk mengungkap kendaraan yang terlibat, termasuk menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi. Namun, hasilnya belum membuahkan petunjuk signifikan.
Sepeda motor milik korban telah diamankan sebagai barang bukti untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Priya menegaskan, kejadian ini menjadi pengingat penting bagi seluruh pengguna jalan untuk selalu berhati-hati. Ia mengimbau pengendara agar tidak ugal-ugalan serta selalu mematuhi aturan lalu lintas, termasuk menggunakan helm dan sabuk pengaman.
Sementara itu, Kapolres Gunungkidul, AKBP Damus Asa, menyatakan pihaknya akan terus menggencarkan edukasi keselamatan berlalu lintas. Sosialisasi tidak hanya dilakukan melalui pemasangan rambu atau spanduk, tetapi juga menyasar kalangan pelajar.
“Edukasi sejak dini penting agar kesadaran tertib berlalu lintas semakin meningkat dan angka kecelakaan bisa ditekan,” ujarnya.
Kasus kecelakaan ini menambah daftar panjang insiden lalu lintas di wilayah Gunungkidul, sekaligus menjadi peringatan keras akan pentingnya keselamatan di jalan raya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus leptospirosis di Gunungkidul melonjak. Tujuh warga meninggal, Dinkes imbau masyarakat waspada dan jaga kebersihan.
Silmy Karim jadi tersangka KPK. Intip LHKPN terbaru, koleksi mobil mewah dan klasik hingga aset ratusan miliar.
Jalan Kelok 23 sisi Bantul sudah 100 persen selesai. Akses penuh ditarget 2027, dilengkapi rest area dengan panorama laut.
DPR desak perbaikan tata kelola BGN usai kasus korupsi MBG. Dugaan mark up pengadaan capai triliunan rupiah.
Rupiah melemah ke Rp18.000 per dolar AS, BI tingkatkan intervensi pasar valas dan perkuat kebijakan moneter.
Kera liar masuk rumah warga Sragen dan merusak perabot. Damkar evakuasi dalam 20 menit, langsung diserahkan ke BKSDA.