Pendaftaran Ketua KONI Gunungkidul Dibuka, Ini Syaratnya
KONI Gunungkidul membuka penjaringan ketua periode 2026-2030. Pendaftar harus berusia minimal 30 tahun dan mendapat dukungan sekitar 15 pengkab.
Foto ilustrasi Siswa Sekolah Dasar - Foto dibuat dengan Artificial Intelligence ChatGPT
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Program penggabungan atau regrouping sekolah dasar (SD) di Kabupaten Gunungkidul terus berlanjut pada 2026. Setelah lima sekolah resmi digabung pada tahap pertama, Dinas Pendidikan masih mengkaji sejumlah sekolah lain yang dinilai memenuhi kriteria agar kebijakan tersebut berjalan efektif tanpa memicu polemik di masyarakat.
Lima sekolah yang telah digabung merupakan bagian dari target regrouping terhadap sembilan sekolah pada tahun ini. Penentuan sekolah yang akan digabung dilakukan berdasarkan jumlah peserta didik, jarak antarsekolah, serta potensi penerimaan murid di lingkungan sekitar.
Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Gunungkidul, Asbani, mengatakan kebijakan tersebut mengacu pada Keputusan Bupati Gunungkidul Nomor 201/KPTS/2026 tentang Penggabungan SD Negeri di Kabupaten Gunungkidul.
Pada tahap pertama, SDN Sambeng II bergabung dengan SDN Sambeng I di Kalurahan Sambirejo, Kapanewon Ngawen. Selanjutnya, SDN Widoro Semin digabung dengan SDN Sumberejo Semin.
Di Kapanewon Tanjungsari, SDN Kemiri I digabung dengan SDN Kemiri II di Kalurahan Kemiri. Sementara itu, SDN Jaten bergabung dengan SDN Gatak di Kalurahan Ngestirejo, sedangkan SDN Gelaran III digabung dengan SDN Banyubening I di Kalurahan Bejiharjo, Kapanewon Karangmojo. "Lima SD yang digabung ini baru tahap satu, karena tahun ini ada target regrouping ke sembilan SD," kata Asbani, Selasa (14/7/2026).
Asbani menegaskan penggabungan sekolah tidak dilakukan secara otomatis. Setiap usulan harus melalui kajian dengan mempertimbangkan jumlah siswa yang tidak memenuhi kuota rombongan belajar, jarak menuju sekolah terdekat, hingga kondisi wilayah dan potensi peserta didik.
"Target prioritas memang ada sembilan SD di tahun ini, tapi tidak menutup kemungkinan bertambah karena jumlah sekolah yang kekurangan murid ada banyak," katanya.
Kepala Dinas Pendidikan Gunungkidul, Nunuk Setyowati, mengungkapkan hasil Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) menunjukkan masih banyak sekolah dasar yang kekurangan peserta didik. Dari total 463 SD di Kabupaten Gunungkidul, hanya 36 sekolah yang mampu memenuhi kuota rombongan belajar sebanyak 28 siswa per kelas.
Jumlah tersebut terdiri atas 401 SD negeri dan 62 SD swasta. Berdasarkan hasil SPMB, sebanyak 172 SD hanya menerima kurang dari 10 siswa baru. Sementara itu, 255 SD lainnya memperoleh lebih dari 10 siswa, tetapi belum mencapai kuota ideal rombongan belajar.
"Kita punya kuota penerimaan siswa baru tingkat SD sebanyak 13.804 kursi, sedangkan yang diterima hanya 6.731 anak," kata Nunuk.
Ketua Komisi D DPRD Gunungkidul, Heri Purwanto, mendukung kebijakan regrouping sekolah selama pelaksanaannya didasarkan pada kajian yang matang. Menurutnya, penggabungan sekolah harus mengacu pada ketentuan yang berlaku agar tidak menimbulkan gejolak di masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KONI Gunungkidul membuka penjaringan ketua periode 2026-2030. Pendaftar harus berusia minimal 30 tahun dan mendapat dukungan sekitar 15 pengkab.
Jokowi hadir sebagai saksi di PN Jakarta Timur dalam perkara Roy Suryo dan Dokter Tifa. Ia menyatakan membawa semua dokumen ijazah.
Cari ban motor untuk musim hujan? Simak tujuh rekomendasi ban, karakteristik, kisaran harga, dan tips memilih ban agar berkendara lebih aman.
Anastasios Douvikas memimpin daftar top skor Liga Champions 2026/2027 dengan enam gol, unggul satu gol dari Erling Haaland.
Kemenangan Persib atas Melbourne Victory menambah poin Indonesia di ranking AFC. Liga Indonesia kini mengoleksi 32.309 poin dan mendekati Singapura.
DPRD Temanggung memprioritaskan infrastruktur, irigasi, dan pertanian dalam penyusunan pokir APBD 2027 untuk mendukung mobilitas dan ekonomi masyarakat.