Waspada, WHO Tetapkan Ebola Kongo-Uganda Darurat Kesehatan Global
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Peserta Lomba Jemparingan saat mengikuti lomba di lapangan kawasan wisata Banyunibo, Cepit, Bokoharjo, Prambanan Sleman, Minggu (23/10/2016). (Yudho Priambodo/JIBI/Harian Jogja)
Kawasan Banyunibo Bokoharjo menggelar lomba jemparingan
Harianjogja.com, SLEMAN-Untuk mengenalkan kawasan wisata Banyunibo, Pemerintah Desa Bokoharjo mengadakan lomba panahan tradisional Jemparingan di lapangan Banyunibo, Minggu (23/10/2016).
Ketua panitia kegiatan, Agung Susilo mengatakan kegiatan ini diadakan sebagai kegiatan pertama yang rencananya akan dilakukan secara rutin. Kegiatan ini juga diadakan untuk menghidupkan kembali dan lebih mengenalkan kawasan wisata Candi Banyunibo.
"Kegiatan ini sebagai pemantik, supaya masyarakat lebih mengenal kawasan wisata Candi Banyunibo," katanya, Minggu.
Dikatakannya meski kegiatan ini baru diadakan pertama kalinya, namun peserta yang mengikuti perlombaan sudah melebihi perkiraan. Pada perlombaan kemarin diikuti setidaknya 112 peserta segala usia yang berasal dari wilayah DIY, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
Dalam perlombaan jemparingan kali itu ratusan peserta juga tampak mengikuti perlombaan dengan mengenakan pakaian adat jawa. "Memang dalam setiap perlombaan jemparingan peserta wajib mengenakan pakaian adat jawa. Sementara pada perlombaan kali ini akan dilombakan sebanyak 20 rambahan," kata dia.
Dalam setiap rambahan peserta diberi kesempatan untuk memanah dengan empat busur panah dengan sebuah sasaran yang terletak dalam jarak 25 meter.
Sementara itu Camat Kecamatan Prambanan Abu Bakar mengatakan, pihaknya sangat mendukung kegiatan ini, kedepan berbagai kawasan wisata yang ada di kecamatan Prambanan bisa menjadi tujuan destinasi wisata yang berbeda.
"Ke depan setelah ini sudah matang, lokasinya dan pengelolaannya diharapkan akan menjadi destinasi andalan, selain bisa datang ke tebing Breksi, dan Candi Boko pengunjung juga akan menikmati keindahan dari kasawan wisata Candi Banyunibo,"katanya.
Sementara untuk kegiatan jemparingan, pihaknya juga sangat memberikan dukungan jika bisa dilaksanakan di wilayah kawasan wisata Banyunibo, pasalnya keunikan olah raga tradisional tersebut juga bisa menarik bagi wisatawan apalagi jika adanya pelatihan atau wahana untuk melakukan olahraga jemparingan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
KA Prameks kembali padat penumpang Senin ini, cek jadwal lengkap rute Jogja–Kutoarjo.
Global Sumud Flotilla menyebut seluruh kapal bantuan kemanusiaan menuju Gaza dicegat pasukan Zionis Israel di perairan internasional.
Jadwal SIM Kulonprogo Mei 2026, tersedia layanan di Mal Pelayanan Publik Kulonprogo.
Jadwal pemadaman listrik DIY hari ini Rabu 20 Mei 2026 terjadi di Sleman dan Bantul. Simak wilayah terdampak dan jam pemeliharaan PLN.
Jadwal DAMRI YIA ke Jogja hari ini, tarif Rp80.000, rute lengkap menuju Sleman dan pusat kota.