DEMAM BERDARAH GUNUNGKIDUL : Ups, Jumlah Pasien Tembus 1.000 Jiwa
JIBI/Desi Suryanto Petugas Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta melakukan pengasapan nyamuk yang bersarang di lingkungan perumahan penduduk di Kampung Gendeng Cantel, Muja-muju, Umbulharjo, Yogyakarta, Senin (23/12/2013). Pengasapan itu berupaya mengurangi populasi nyamuk yang membawa dan menularkan beragam penyakit seperti, demam berdarah, malaria, filariasis, encepalitis dan chikungunya. Selama sebulan terakhir ini sedikitnya sudah 21 warga Gendeng Cantel terserang chikungunya.
Demam berdarah Gunungkidul meningkat tiga kali lipat.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL -- Korban demam berdarah (DB) di Gunungkidul menembus angka seribu jiwa sepanjang tahun ini. Kasus demam berdarah meningkat hampir tiga kali lipat dibanding tahun lalu.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul Agus Prihastoro mengatakan sejak Januari hingga Senin (31/10/2016) kasus demam berdarah telah ditemukan menyerang 1.037 jiwa. Jumlah tersebut menurut Agus meningkat hampir tiga kali lipat dibanding 2015.
“Tahun lalu jumlah pasien demam berdarah di Gunungkidul hanya 400-an jiwa,” kata Agus Prihastoro, Senin.
Namun ia mengklaim, jumlah kematian akibat kasus demam beradarah tahun ini hanya dua kejadian. Dibanding tahun lalu jumlah kematian akibat DB mencapai empat kejadian.
“Padahal jumlah kasusnya hanya 400 jiwa, jangan sampai kasus kematian tahun ini meningkat cukup dua saja,” tutur dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Share